Belanja dan Wisata Kreatif di Pabrik Kaus C59 Bandung

Bandung - Memasuki dekade ketiga, eksitensi kaus berlabel C59 masih tetap ada. Namun kini sang pemilik menasbihkan usahanya sebagai produk fashion berbasis wisata kreatif. Selain berbelanja, para fashionista juga bisa diajak berjalan-jalan di pabrik C59 yang berlokasi di kawasan Cigadung. Tertarik?

Lahirnya label fashion anak muda ini, berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied (Owner C59) dan Maria Goreti yang melebarkan sayap usahanya di bidang kaus. Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah Wiwied dan Maria pertama kali bermukim, Caladi No 59 Bandung.

Pada awalnya bisnis C59 pertama kali adalah melayani pesanan T-Shirt bergambar, yang pada masa itu teknik pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer.
Baru pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan tshirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna hingga produknya termashur di seluruh Indonesia.

Kini, bisnis yang semula berupa basic t'shirt alias kaus oblong menjadi produk fahion Apparel atau apa pun kebutuhan sandang mulai dari atas kepala hingga kaki diproduksi dengan bendera C59. Bahkan, label ini mulai mempertegas segmentasinya untuk kalangan remaja usia 14-24 tahun.

"Setelah 35 tahun saya rintis, pada akhirnya C59 menemukan bentuknya sendiri. Saya tidak perlu lagi retail yang disebar di setiap mal, karena di Cigadung inilah orang-orang yang hendak belanja kaus bisa datang langsung. Bahkan semua proses pembuatannya bisa disaksikan langsung. Konsep wisata factory ini menjadi satu diferensiasi usaha di bidang fashion," ujar Wiwied.

Memasarkan produk dengan konsep wisata kreatif, tak berarti C59 tak punya galeri. Tepat di depan pabrik pengolahan kaus, berdiri sebuah showroom yang memajang beragam produk pilihan. Soal inovasi, tak kalah dengan beragam merek besar yang kini beredar di pasaran.

Di showroom inilah, Wiwied memamerkan ragam produk mulai dari kaus, jaket, hoodie zipper, topi, celana panjang, tas, hingga topi dengan model kekinian. Bahkan ia juga mengeluarkan seri basmallah yang konsepnya berkiblat Islami. Bagian ini bisa terlihat dari siluet kaus, bahan hingga sablon yang berciri khas kutipan-kutipan kalimat atau kata bertema religius.

"Sejak lama konsep retail sudah ditinggalkan. Kini C59 lebih banyak digunakan sebagai kaus pesanan dari berbagai perusahaan besar, mulai dari bank, mal, instansi pemerintahan, corporasi dan berbagai pihak dari seluruh Indonesia. Tapi di wisata factory Cigadung ini saya tetap mempertahankan showroom sebagai ikon. Karena siapa pun yang singgah ke pabrik, pasti mereka berbelanja produk kami," bebernya.

Kamu yang ingin melihat langsung proses pembuatan kaus C59, bisa menyambangi langsung wisata factory seluas satu hektar yang berlokasi di Cigadung Raya Timur 107.



Foto: dokumentasi C59

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler