Batik Lasem, Perpaduan Unik Budaya Tiongkok dan Jawa

Bandung - TemanBaik pasti tahu kan jika di Indonesia begitu banyak varian atau jenis batik? Ada batik Garutan yang berasal dari Garut, batik Megamendung dari Cirebon, batik Solo dari Solo, hingga batik asal Yogyakarta.

Dilansir di laman resmi Pemprov Jawa Tengah, di Rembang, Jawa Tengah, juga ada batik yang menjadi ciri khasnya sendiri loh, namanya batik Lasem. Batik ini tergolong unik karena merupakan perpaduan dua kebudayaan, yaitu Tiongkok dan Jawa. Simak ulasannya yuk!

Baca Ini Juga Yuk: Screamous Hadirkan Produk Kolaborasi Bersama Usugrow

Yang membedakan batik Lasem dengan batik lain adalah warnanya yang dominan merah. Warna ini sangat lekat dengan budaya Tiongkok. Hal ini karena dulunya para pengusaha batik Lasem adalah keturunan Tiongkok. Pembelinya pun warga keturunan Tiongkok.

Tapi, seiring perkembangan waktu, batik Lasem terus berkembang. Muncul berbagai motif dan warna lain seperti Latohan, Sekar Jagad Tiga Negeri, dan Gunung Ringgit.

Karena dibuat secara tradisional, proses pembuatannya cukup rumit. Mulai dari membuat gambar motif di atas kain hingga finishing semuanya membutuhkan waktu dan ketelitian.

"Butuh waktu minimal satu bulan untuk jadi sebuah kain batik. Awalnya kain digambar dasar batik lalu digambar pakai canting, diblok pakai (lilin) malam, diwarnai, kemudian direbus. Proses pewarnaannya dilakukan empat kali minimal," kata Tasini (50), pembatik asal Desa Pancur, Kecamtan Lasem, Kabupaten Rembang.

Di Lasem sendiri saat ini ada lebih dari 30 rumah produksi batik. Produk batik yang dihasilkan dijual di Oemah Batik TIga Negeri di Jalan Karangturi, Kabupaten Rembang. Tempat ini berdiri sejak 2018 untuk jadi showroom batik bagi para pengrajin batik Lasem.

Soal harga untuk satu kain batik Lasem yang dijual di sini beragam. Ada yang dijual mulai dari Rp100 ribu hingga Rp25 juta per lembarnya.

"Kalau harga itu tergantung kualitas kain, kerumitan motif dan corak. Semakin bagus kain dan padatnya motif dan corak, akan semakin mahal. Ya, dari termurah Rp100 ribu dan termahal sampai Rp25 juta," jelas Agustina, karyawan Oemah Batik Tiga Negeri.

Foto:  dok. jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler