Kreasikan Tanaman Jadi Pakaian dengan Metode Eco Printing

Bandung - Kreasi unik datang dari Roompok Art Space. Mereka bakal menggelar acara 'Kreasi Kaos dengan Tumbuhan' pada 11 Oktober mendatang. Wah, bagaimana jadinya ya?

Roompok Art Space bekerjasama dengan Saung Mirza dan melibatkan kolaborator Yoshara Eltyar sebagai pemateri dalam workshop kreasi kaos dengan tumbuhan ini. Melibatkan anak dengan usia sekolah kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar, tentu acara ini bakal jadi sesuatu yang menyenangkan.

Kepada Beritabaik.id, Yoshara Eltyar sebagai kolaborator dan pemateri workshop ini menyebutkan, workshop ini sangat menyenangkan dan sayang banget kalau sampai terlewatkan.

"Hasil dari workshop ini tuh kita pengen anak-anak tuh bisa langsung pakai hasil kreasi mereka," ujar wanita yang juga merupakan pemilik dari merek fesyen Matahari Cerah Sekali ini.

Dengan harga Rp200 ribu, kamu bisa mengikuti workshop seru ini. Ada beberapa starter kit yang didapatkan dari harga tersebut seperti kaos katun warna putih, karton, plastik, dan banyak lagi medium pembuatannya. Oh ya, untuk tumbuhan yang akan dipakai, kamu bisa memilihnya sendiri loh. Menyenangkan sekali, ya.

Nantinya, sebelum workshop berlangsung, bakal ada pula pengarahan mendasar, utamanya mengenai teknis pelaksanaan workshop. Jadi enggak hanya menyenangkan saja, pada workshop yang bakal digelar nanti pun anak-anak dipastikan tidak akan gagal dalam mengkreasikan pakaian dengan tumbuhan.


                                                                       Foto: dok.www.instagram.com/@roompokspace

Baca Ini Juga Yuk: 'Kriwil', Salon dan Produk Perawatan untuk Rambut Keriting

Pada dasarnya, workshop kreatif ini menjadikan kaos sebagai medium kreasi tumbuhan. Nantinya, teknik cetak eco-printing pada pakaian yang diterapkan pada workshop ini adalah eco-pounding. Menurut Yoshara, teknik ini nantinya diaplikasikan dengan cara membentangkan kain atau medium kaos, lalu tumbuhan yang akan dikreasi tersebut kemudian disimpan di atas kain atau medium kaos, dikomposisikan, diketuk-ketuk hingga menyatu dengan elemen kaos, lalu didiamkan selama 24 jam dan direndam dengan air yang sudah tercampur dengan bubuk batu tawas.

Penggunaan teknik pounding dalam pencetakan ini punya banyak keunggulan. Menurut Yoshara, hasil cetakan dari metode eco- pounding ini akan membuat tumbuhan yang menyatu dengan kaos menjadi lebih nyata. Bahkan, tekstur tumbuhannya pun akan terasa lebih nyata. Jadi, teknik ini tidak sekadar mentransfer warna tumbuhan ke dalam kaos saja.

Selain itu, workshop ini juga menjadi salah satu ajang edukasi untuk anak bahwasannya karya seni tidak sebatas dipandang saja, melainkan juga dapat diaplikasikan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hasil akhir kaos tentu jadi salah satu medium yang nampak dan bisa digunakan oleh sang anak sehingga ia bisa melihat hasil karya yang dibuatnya.

Keterlibatan peran orangtua juga sangat diharapkan dalam workshop ini. Sehingga bukan hanya melatih kreativitas anak, workshop ini juga bisa jadi ajang pendekatan anak dengan orang tuanya. Yoshara menyebut, workshop ini bisa jadi ajang membangun kedekatan antara anak dan orangtua, karena boleh jadi di luar sana masih ada saja anak yang merasa tidak dekat dengan orangtua, atau sebaliknya.

"Kita membebaskan semua jenis tumbuhan atau sayur-sayuran yang ada di rumahnya. Hanya nanti kita akan beri edukasi tumbuhan yang sekiranya paling baik dan cocok untuk diterapkan ke media pakaian seperti kaos," ujarnya.

Ia kemudian menambahkan, beberapa jenis tanaman yang relatif bagus untuk dijadikan medium pembuatan kaos adalah dedaunan yang biasa kita konsumsi sehari-hari, seperti kangkung, bayam, dan daun papaya. Selain itu ada pula beberapa daun untuk obat-obatan seperti daun insulin atau daun kelor. Wah, bagaimana jadinya ya kalau misalnya kita memakai kaos bayam, misalnya? Tentu ini jadi hal yang baru.

Nah, bagaimana? Tertarik mengikuti workshop ini? Caranya gampang kok. Kamu tinggal mengirim pesan langsung ke akun Instagram @roompokspace. Jangan sampai terlewatkan ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Annie Spratt 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler