Self Love dan Anti Perundungan dalam Kolaborasi Amble x Wallts

Bandung - Kota Kembang dikenal karena memiliki banyak merek lokal dengan produk yang tidak kalah dari merek luar negeri. Datang membawa kabar bahagia, merel lokal asal Bandung, Amble baru saja meluncurkan proyek kolaborasi bersama Wallts Wallet.

Kolaborasi tersebut terjalin tak hanya tentang fungsi crossmarket saja, melainkan soal perlawanan atas maraknya social bullying yang terjadi di masa kini.

Boy Budiman, Amble Leader mengatakan jika kolaborasi keduanya dilatarbelakangi karena berasal dari kota yang sama.

"Proses kolaborasi terjalin cukup lancar dan menyenangkan. Berawal dari circle terdekat dan saling mengenal. Lalu bertemu dan berdiskusi bersama. Kita memikirkan tentang kolaborasi yang mungkin kita ciptakan," katanya pada BeritaBaik.

Alhasil keduanya pun resmi meluncurkan produk sepatu wanita dan masker. Amble merilis 'Alice Esteem' dan 'Mora Esteem', dan Wallts membuat card wallet dengan nama Kara Esteem.


Boy mengungkapkan terciptanya kolaborasi ini ini memiliki misi yang lebih jauh. Amble dan Wallts menginginkan sesuatu yang lebih spesial dan berdampak bagi sosial.

"Kami merasa harus mengampilkan artwork pada produk kami. Pada awalnya memang terdapat beberapa pilihan tema, meski akhirnya memutuskan untuk mengambil tema Social Bullying dan Self Love," ungkapnya.

Harus diakui, di balik segala manfaat dan kemudahan yang timbul dari media sosial, ada pula sisi negatif yang terjadi, salah satunya fenomena social bullying atau perundungan sosial. Maka dari itu, produk kolaborasi ini diharapkan dapat mengispirasi banyak orang agar dapat menerima ciri khas dan keistimewaan yang terdapat pada dirinya dan diri orang lain.

Baca Ini Juga Yuk: Bergaya dengan Aksesoris Kulit ala Iens Leather Crafts

Aksi Nyata Bagi Fenomena Social Bullying
Amble dan Wallts tidak hanya melibatkan timnya saja untuk merealisasikan proyek kolaborasi ini. Mereka juga menggaet Aditya Pratama alias Sarkodit, visual artis asal Bandung untuk membuat artwork pada sepatu dan card wallet yang dirilis oleh keduanya.

"Sarkodit dipilih agar eksekusi artwork yang ada pada produk kami dapat diterjemahkan secara matang dan dalam. Ia dapat mengemas produk kami menjadi sangat spesial," jelas Boy. 

Diungkapkan Boy, campur tangan Sarkodit berhasil menerjemahkan makna yang ingin mereka sampaikan dengan menjadikannya sebuah icon dalam pattern yang terdapat pada produk kolaborasi bernama Amble X Walts X Sarkodit. 

Sementara itu, Sarkodit sendiri mengatakan jika pattern atau motif yang dibuat olehnya bertujuan untuk jadi pengingat agar kita selalu menghargai serta untuk mencintai diri sendiri.

"Itu menjadi sebuah aksi nyata untuk melawan fenomena social bullying antar sesama manusia," ujar Sarkodit.

Ingin Menginspirasi Wirausahawan Lainnya
Setali tiga uang, Muhammad Azwin selaku founder Wallts menambahkan jika mencintai diri sendiri adalah sesuatu yang penting untuk dimiliki setiap insan.

"Bagaimana tidak, dengan mencintai diri sendiri semua permasalahan dapat dilalui dengan lebih ringan. Self love dibutuhkan kapan pun selama kita hidup," pungkasnya.

Untuk ke depannya, Azwin berharap ia dan Amble dapat kembali menjalin kolaborasi dengan mengangkat tema sosial lainnya dan menyebarkan pesan postifi bagi masyarakat.

"Tidak hanya mementingkan materi semata, tapi harus memberikan dampak positif bagi orang banyak," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga berharap kolaborasi yang tercipta antara Amble, Wallts, dan Sarkodit dapat mengispirasi jenama lokal dan visual artis lain untuk bahu-membahu menciptakan sebuah produk yang menginspirasi.

Produk kolaborasi Amble dan Wallts dengan Sarkodit bertemakan Self Love ini bisa ditemukan di masing-masing situs web mereka, yaitu www.amble.id dan www.walltswallets.com.

Edisi khusus ini dikemas dengan kemasan khusus, dengan menyertakan bonus tambahan berupa sticker pack dan masker.

Foto: dok. Amble x Wallts

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler