Abdul Aziz, Gelandang Persib yang Merambah Bisnis Saat Pandemi

Bandung - TemanBaik, pandemi COVID-19 tak melulu berbicara tentang kesulitan. Ada banyak orang yang berjuang untuk mempertahankan hidup dengan segala kreativitasnya.

Gelandang Persib Bandung Abdul Aziz misalnya, ia justru melebarkan langkahnya di luar dunia sepak bola dengan merintis bisnis sepatu. Sejak tahun lalu, sepatu dengan merek 'Infini' diluncurkan dan penjualannya sudah berjalan.

Produknya fokus menyasar anak muda sebagai pangsa pasar. Sehingga, enggak heran jika sepatu yang dibuat merupakan sepatu bergaya kasual. Ciamik banget deh! Mayoritas produknya juga punya model yang simpel dengan warna menarik.

Selain sepatu, Aziz juga punya bisnis lain yang sama-sama dijalankan sejak pandemi, yaitu distro dengan merek 'Established'. Salah satu yang menarik adakah kaus dengan tema kearifan lokal dan berkaitan dengan sepak bola. Misalnya kaus bertuliskan 'EST. BANDUNG', 'EST. BALI', dan 'EST. JAKARTA'. Konsep ini mengajak pemakainya untuk bangga terhadap nama daerah yang terpajang pada kausnya.



Sedangkan yang berkaitan dengan sepak bola di antaranya kaus bertuliskan 'EWAKO PSM 1915', 'JAKARTANS FOOTBAL ENTHUSIASTIC', dan 'COME ON YOU GREEN FORCE Est. 1927’. Tema ini digarap karena memang Aziz enggak bisa lepas dari dunia sepak bola.

Untuk penjualan produk, sejauh ini ia mengandalkan secara daring, di antaranya memanfaatkan platform Instagram dan marketplace. Untuk informasi seputar dua produk ini, kamu bisa melihatnya di akun Instagram @infini.footwear dan @official_established.

Baca Ini Juga Yuk: Kreativitas 'Toekang Ketjos', Seni Jahit Manual dari Bandung

Memanfaatkan Waktu Luang
Kenapa sih Aziz memilih berbisnis sepatu dan distro di tengah pandemi? Jawabannya adalah mengisi waktu luang. Sebab, sejak pandemi, ia punya banyak waktu luang mengingat kompetisi sepal bola di Indonesia dihentikan hingga sekarang.

Selain itu, ia juga termotivasi rekan-rekan setimnya di Persib yang sudah punya bisnis di luar sepal bola lebih dulu. Misalnya Kim Kurniawan dengan bisnis kuliner, barbershop, hingga distro. Ada Dedi Kusnandar dengan usaha kuliner Dado The Ceker. Nick Kuipers dengan bisnis makanan khas Belanda.

"Selama pandemi ini banyak waktu kosong. Jadi kepikiran mau bisnis apa nih, apalagi teman-teman (pemain Persib) lain udah bikin bisnis. Apalagi ada teman ngajak juga, jadi bikin sepatu," Kata Aziz.

Pemain bernomor punggung 8 di Persib itu mengaku memang tak sendirian menjalankan bisnis. Ia bekerja sama dengan temannya. Kolaborasi itu diharapkan bisa membuat bisnisnya berjalan lebih lancar. Sebab, Aziz sendiri lebih khatam berbagai hal berbau sepak bola ketimbang bisnis sepatu.

Begitu juga dengan distro, ia bekerja sama dengan teman-temannya semasa SMA. Sehingga, ia punya tim yang berbeda untuk menjalankan kedua bisnisnya. Hasilnya pun tak sia-sia, selama beberapa bulan berjalan, sudah ada konsumen yang membeli produk.

"Sudah lumayan sih walaupun baru berjalan," ungkap Aziz yang pernah bermain untuk Persiba Balikappan, Pusamania Borneo FC, dan PSMS Medan.

Lewat bisnisnya itu, Aziz berharap jadi pijakannya di masa depan untuk mendulang rezeki. Sebab, hidup sebagai pesepak bola tak bisa selamanya. Di Indonesia, rata-rata pesepak bola profesional pensiun sebelum memasuki usia 35 tahun.

Foto: Instagram @abdulazizlufti8
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler