Film Tentang Kain Karo Masuk 4 Nominasi di Ajang Internasional

Bandung - Kabar gembira datang dari dunia perfilman. Melalui pengumuman di akun facebook milik Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Amerika Serikat, film karya anak bangsa berhasil menuai prestasi di La Jolla International Fashion Film Festival 2018. Film tersebut berjudul 'Úis Nipes' karya Karina Soerbakti.

Uis Nipes adalah kain tenun yang sering digunakan dalam acara - acara adat di Tanah Karo.

La Jolla International Fashion Film Festival merupakan sebuah festival fashion film pertama yang didirikan di Amerika Utara. 'Uis Nipes' berhasil masuk dalam empat nominasi dari total 19 nominasi, yaitu Best Cinematography, Best Jewelry, Best Music dan Best Accessories.

Menurut Karina, pembuatan film ini adalah caranya untuk kembali terhubung dengan akar budaya sebagai orang Karo. Ia mengakui memiliki hubungan emosional dengan Tanah Karo dari Ayahnya, GT Soerbakti yang sejak kecil tumbuh di Karo.

Lewat film 'Uis Nipes' Karina merasa bisa berperan langsung untuk memperkenalkan Karo dan kebudayaannya ke seluruh penjuru dunia.

"Saya merasa di Indonesia belum banyak orang yang tahu tentang kami, Suku Karo. Jadi saya merasa hal itu adalah tugas saya untuk memperkenalkan budaya Karo ke seluruh dunia," tutur generasi kedua Lorena Group ini.

Lewat filmnya ini, Karina berusaha menunjukkan bagaimana pakaian tradisional bisa diaplikasikan menjadi cutting edge street wear bahkan couture alias adibusana.

Director of Photography film 'Uis Nipes', Aditya Rangga Utama melalui akun youtube-nya menjelaskan bahwa Kain Uis Nipes berasal dari suku etnis Karo di Sumatera Utara. Uis Nipes biasa digunakan sebagai pakaian budaya formal atau sebagai pakaian sehari-hari.

La Jolla International Fashion Film Festival 2018 akan digelar pada tanggal 19-21 Juli mendatang di San Diego, California, Amerika Serikat.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler