FFWB Ajak Warga Bandung Bikin Film Pendek, Hasilnya Keren!

Bandung - Siapa bilang bikin film harus kalangan profesional? Ternyata warga Bandung juga punya bakat jadi sineas loh. Kreativitas mereka pun dibuktikan pada ajang Festival Film Berbasis Wilayah (FFBW) 2018.

Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung melalui Bidang Ekonomi Kreatif menantang warga Bandung untuk membuat film pendek yang seluruh produksi dan pemain filmnya digarap oleh masyarakat. Kru film yang terlibat juga hanya warga setempat loh, mulai dari tingkat RT, RW hingga kecamatan. Kreatif kan.

"Pada FFBW 2018 ada beberapa kecamatan yang turut meramaikan, antara lain Kecamatan Regol, Lengkong, Arcamanik, Sukajadi dan Bandung Wetan dan yang kecamatan lainnya. Ini menjadi upaya Disparbud untuk menggali ekonomi kreatif Bandung, khususnya dalam subsektor film. Mereka pada berbakat loh," ujar Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari kepada BeritaBaik.

Menurut Kenny, screening dan apresiasi dari FFBW juga menjadi pembibitan awal para sineas muda yang berbasis di Bandung. Ke depan, subsektor film ini juga akan dibawa ke ajang kompetisi film pendek yang berskala nasional hingga internasional.

"Bandung sebagai pusat industri kreatif diharapkan juga bisa menciptakan ikon sebagai kota industri film. Karya film ini juga harus kita bawa ke forum internasional. Kita enggak boleh kalah dengan negara lain di Asia seperti India, Iran, dan masih banyak lagi," ungkap Kenny.

Pada screening yang berlangsung di CGV Paris Van Java, sejumlah film dipertontonkan. Sebut saja 'Biur Ngapung', 'Lagu Lama', Aku Ingin Menari Jaipong' dan  'Kontrakan'. Kegiatan produksi keseluruhan film menghabiskan waktu sekitar dua bulan.

"Kami juga punya misi memberdayakan potensi subsektor ekonomi kreatif yang berdampak ekonomi untuk wilayah tersebut," pungkasnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler