Pidi Baiq Bagikan Bocoran Soal Film 'Dilan 1991'

Bandung - Anak milenial yang getol berselancar di media sosial, pasti akrab dengan Pidi Baiq yang dikenal unik dan hobi bercanda. Seniman multitalenta ini makin hit setelah sukses mengangkat sosok Dilan ke dalam film yang pentontonnya sampai 6,3 juta orang! Seberapa bangganya sih Ayah Pidi?

Ternyata dia enggak mau mudah berpuas diri. Buat dia, bikin karya itu sangat intuitif dan natural. Tapi kalau film Dilan 1991 yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini sukses, ia mengaku bersyukur dan turut senang loh bisa mendukung industri perfilman Indonesia.

"Ketika Dilan 1990 sukses saya merasa puas dan mudah-mudahan tidak jadi sombong. Ah ini kan cuma bikin film, orang lain lebih hebat bisa bikin pesawat ulang-alik. Dilan itu buku jelek makanya saya jual, kalau bagus enggak saya jual," ujar Ayah Pidi saat diwawancarai di Kantin The PanasDalam belum lama ini.

Ia bercerita, menjelang gala premier Dilan 1991 pada 24 Februari mendatang ia enggak punya persiapan dan target khusus. Tapi Ayah berharap, sekuel novel yang diadaptasi ke film ini bisa menjawab rasa penasaran para penonton yang menunggu kelanjutan ceritanya.

"Saat karya novel diangkat jadi film, biasanya enggak bisa sempurna atau persis buku karena keterbatasan durasi. Tapi inilah hasil dari kami yang sudah bersungguh-sungguh, yang penting ceritanya tidak melenceng," katanya.

Baca Ini Juga Yuk: Siap Tayang, Warga Bandung Beli Tiket Dilan 1991 Rp 10 Ribu Aja!

Sedikit spoiler nih, menurut Ayah cerita film Dilan 1991 sama seperti di novel. Sekuel ini akan memperlihatkan momen kesedihan Dilan yang putus cinta dari Milea. Jangan syok deh kalau nanti keluar bioskop jadi membawa perasaan sedih.

"Ceritanya kan putus, persis kayak di novel. Penonton ya pasti patah hati, apalagi Dilan dan Milea yang melaksanakannya," papar Ayah sambil ketawa lepas.

Soal menjawab rasa penasaran soal tokoh Dilan dan Milea, Ayah enggak mau buka kartu loh sebenarnya kedua sosok ini nyata atau karangan sih. Buat dia, akan jauh lebih indah kalau dibuat rahasia dan biarkan penonton yang menebak-nebak sendiri.

"Saya bukan tipe orang yang membuat teka teki silang kemudian di belakangnya ada kunci jawabannya. Sama halnya dengan lukisan Leonardo Da Vinci, sampai sekarang juga orang enggak tahu maknanya. Akan jauh lebih indah jika penonton tak tahu siapa sosok Dilan sebenarnya," tegasnya.

Terlepas dari cerita Dilan, Imam Besar The PanasDalam ini masih bahagia menjalani kesehariannya sebagai penulis dan musisi yang berciri khas nyeleneh. Saat ini, Ayah lagi merampungkan beberapa buku seperti Helen dan Sukanta, Julia, Manuskrip Amsterdam, Di Tepi Sungai Kruoja, Ancika Mehrunisa Rabu serta Bunda Hara.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler