Ini Harapan Wakil Gubernur Bali Cok Ace Pada Sutradara Livi Zheng

Denpasar - Sabtu (23/02/2019) Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace berjumpa langsung dengan Livi Zheng, sutradara film yang menjadi nominator Oscar 2019. Pertemuan tersebut membahas film dokumenter garapan Livi di The Royal Pita Maha-Ubud.

Film dokumenter buatan Livi Zheng yang berjudul ‘Bali: Beats of Paradise’ terpilih untuk berkompetisi dalam seleksi nominasi Best Documentary Feature bersama 76 film lainnya. Dalam pertemuan tersebut Livi menceritakan sendiri film garapannya pada Cok Ace.

“Film ini mengisahkan seorang seniman gamelan, Nyoman Wenten di Los Angeles. Dalam sajiannya dokumenter ini berusaha mengupas kisah Wenten yang tak terlepas dari gamelan sejak ia kecil di Pulau Dewata,” tutur Livi.

Wenten, tokoh yang diceritakan dalam film ini dikenal juga sebagai pengajar etnomusikologi di UCL,  Herb Alpert School of Music, dan CalArts School of Music loh, TemanBaik.

Pada Cok Ace Livi juga menceritakan bahwa selama ini banyak film-film Hollywood yang menyelipkan gamelan sebagai pengiring dari adegan film. “Seperti film ‘Avatar’, ‘Mario Bros’, dan lainnya,” jelas Livi.

Meski banyak digunakan sebagai pengiring adegan film, tidak banyak dari masyarakat dunia yang mengetahui asal-usul gamelan loh, TemanBaik. Alasan inilah yang menjadikan Livi tertaik mengangkat gamelan dan Bali dalam filmnya. “Lewat film saya ingin memberi tahu dunia bahwa gamelan itu asalnya dari Indonesia dan Bali adalah Indonesia,” tutur Livi.

Baca Ini Juga Yuk: Pidi Baiq Bagikan Bocoran Soal Film 'Dilan 1991'

Ia juga bersyukur film ini masuk nominasi Oscar. Dengan begitu film dengan sajian budaya dan musik tradisional Bali ini semakin dikenal dunia.

Menanggapi hal itu, Cok Ace memberikan apresiasi terhadap hasil karya yang dibuat oleh Livi. Pada kesempatan tersebut Livi menayangkan trailernya secara sederhana pada Cok Ace lewat sebuah laptop yang sengaja ia bawa.

Cok Ace juga menyampaikan terima kasih karena Livi sudah mengambil Bali sebagai objek dari film tersebut. Ia berharap kedepannya semakin banyak produser dan sutradara-sutradara film dunia yang melirik Bali sebagai tempat pengambilan gambar ataupun mengangkat cerita dari Bali itu sendiri. Dengan demikian ia berharap Bali dapat dijadikan Laboratorium Perfilman Dunia.

“Film menjadi salah satu sarana ampuh untuk mempromosikan Bali dan keindahan budayanya di mata internasional,” ujar Cok Ace.

Film ‘Bali: Beats of Paradise’ sendiri sudah diputar di bioskop-bioskop Amerika sejak November 2018 lalu loh, TemanBaik. Selain itu, film ini juga akan diputar di biosop-bioskop Korea Selatan pada bulan April mendatang. Bali sendiri mendapat kesempatan untuk penayangan perdana pada bulan Juli mendatang. TemanBaik yang penasaran dengan filmnya bisa menjadikan film ini sebagai salah satu agenda untuk ditonton.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler