Beragam Program JAFF, Bentuk Apresiasi Bagi Para Pembuat Film

Jakarta - Mengusung tema 'Revival' Jogja Netpac Asian Film Festival hadir sebagai salah satu festival film terbesar di Indonesia akan mengadakan beberapa program acara di dalamnya. Terbagi menjadi program Kompetesi dan Non Kompetisi antara lain adalah Asian Perspectives, Asian Feature, Light of Asia, JAFF Indonesian Screen Awards dan Open Air Cinema.

Beberapa program tersebut di antaranya akan memperebutkan penghargaan. "Ada dua jenis kompetisi yang akan memperebutkan Golden dan Silver Hanoman," ungkap Reza Fahri sebagai Program Director JAFF 2019 saat press conference di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Rabu (16/10/2019)

Selain itu ia juga mengatakan akan ada NETPAC Award. "NETPAC Award ini adalah penghargaan atau award yang akan diberikan kepada filmmaker yang baru membuat film pertama atau kedua. Jadi ini bentuk apresiasi terhadap filmmaker yang baru membuat film panjangnya," jelasnya.

Juri pun bukan hanya disediakan dari pihak JAFF saja namun ada juga juri pelajar yang ada di Jogja. "Jadi kami milih beberapa Universitas dan komunitas untuk jadi juri," Ujar Reza.

Baca Ini Juga Yuk: Mantap! JAFF 2019 Siap Hadirkan 107 Film dari 23 Negara

Selain itu ada pula juri-juri yang berasal dari luar untuk menambah perspektif yang berbeda dengan yang biasa dilihat di Indonesia. Film yang ditayangkan pun adalah film yang menggambarkan atau mencakup tentang Asia itu sendiri.

JAFF menyuguhkan juga beberapa program edukasi, yang terdiri dari Art For Children, Public Lecture, dan Forum Komunitas. Program ini merupakan program lokakarya film untuk pemula yang akan ikut merahkan JAFF di tahun ke 14 ini.

Program ini tidak hanya fokus kepada perfilman namun juga pada seni secara umum. JAFF Education Akan menghadirkan Sean O'Neill yang ikut terlibat dalam departemen sinematografi beberapa film Hollywood.

Tahun ini pun bersamaan dengan perayaan 100 tahun sinema Bengali dan akan menayangkan sejumlah karya terbaik dari sinema Bengali yang sudah melakukan produksi sejak 8 november 1919. "Jadi akan ditayangkan tiga film dari Bengali Cinema sehingga kita bisa melihat bagaimana India dan juga perkembangannya," tambah Reza. Bengali sendiri adalah sinema tertua yang ada di India.


Foto: Delagantika/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler