Ini 5 Film Rekomendasi BFC Memperingati Hari Film Nasional

Bandung - TemanBaik, hari ini tanggal 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional. Berbagai sumber menyebutkan, penetapan Hari Film Nasional ditetapkan setiap tanggal 30 Maret merujuk pada hari pertama pengambilan gambar untuk film 'Darah & Doa atau Long March Siliwangi' karya sutradara Umar Ismail pada 1950 silam. Segenap insan perfilman menyambut baik Hari Film Nasional edisi 2020, walau nampaknya beberapa kegiatan terkait selebrasi untuk tahun ini banyak digelar #DiRumahAja.

Ketua Bandung Film Commission (BFC) Sofyana Ali Bindiar menyebutkan, upaya untuk memajukan industri perfilman Nasional adalah dengan memberi edukasi kepada masyarakat mengenai film lokal. Lebih lanjut lagi, kepada Beritabaik.id, Ali memberi 5 rekomendasi film yang wajib TemanBaik tonton untuk menemani kegiatan #DiRumahAja.

Apa saja sih rekomendasinya? Yuk disimak!


1. Dua Garis Biru
'Dua Garis Biru' adalah sebuah film drama remaja dari Indonesia yang rilis pada tahun 2019 silam. Ali menyebutkan, film ini memberikan gambaran tentang dampak buruk akibat seks usia dini. Adakah diantara kamu yang belum menonton? Kalau yang sudah, adakah yang ingin menonton ulang?


2.Cek Toko Sebelah
'Cek Toko Sebelah' adalah film komedi romansa yang rilis pada tahun 2016 silam. Ali menyoroti orang di balik film ini, yang mana ia adalah sosok stand up comedian, Ernest Prakasa.

"Ini naskah film yang keren dari seorang stand up comedian," ujarnya, singkat.



3. 
Love For Sale 1
'Love For Sale 1' merupakan film drama romansa yang diperankan oleh Gading Marten dan Della Dartyan sebagai tokoh utama. Film nasional ini disebutkan oleh Ali berhasil menangkap fenomena kesepian yang dialami seseorang ditengah hiruk pikuk Ibukota dan aktivitas hariannya. Kamu sudah nonton belum?

Baca Ini Juga Yuk: Refleksi Insan Perfilman Bandung Jelang Hari Film Nasional


4. 
Dilan 1990
'Dilan 1990' adalah sebuah film fenomenal yang diangkat dari novel berjudul sama. Film Dilan tayang perdana pada 2017. Ali mengapresiasi keberhasilan film ini dalam mentransfer pembaca novel menjadi penonton film.


5. Laskar Pelangi
Pada medio 2008, sebuah film berjudul 'Laskar Pelangi' secara tak langsung berhasil mengubah wajah Provinsi Bangka Belitung menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Bagaimana tidak? Hadirnya Museum Laskar Pelangi, replika SD Muhammadiyah Gantong dan beberapa festival daerah seperti Festival Laskar Pelangi, misalnya, berhasil menyedot wisatawan untuk mampir ke Belitung.

Mengenai isi filmnya, Ali menyebut 'Laskar Pelangi' memberi pengaruh terhadap penontonnya agar berani bermimpi.

"Harapan itu selalu ada, menyertai mereka yang percaya akan mimpi," ujarnya.

Sementara itu di sisi lain, Ali menambahkan kegiatan di Bandung Film Commission selama #DiRumahAja adalah dengan menggelar acara Kopi Ide. Acara itu sendiri adalah sebuah penggodokan ide film bersama teman-teman di Bandung Film Commission. Harapannya adalah sebelum masuk ke naskah, ide tersebut sudah matang dan tinggal dieksekusi.

Selain itu, program yang sedang berjalan di Bandung Film Commission saat ini adalah 'Sharing, Caring, Improving'. Sebuah acara bersifat daring yang di dalamnya TemanBaik bisa berdiskusi seputar ide cerita untuk sebuah film. Hal ini dimaksudkan agar TemanBaik bisa tetap produktif mencipta ide, walau harus bekerja dari rumah.

"Jadi begitu selesai work from home tuh, paling enggak temen-temen udah bisa punya draf akhir yang bisa diproduksi, gitu," terangnya.

TemanBaik, di Hari Film Nasional ini, film apa yang sangat ingin kamu tonton?

Foto: dok. wikipedua.org


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler