Bosan #DiRumahAja? Ini Rekomendasi Film dari Kami untuk TemanBaik

Bandung - TemanBaik, seperti kita tahu, saat ini instansi pemerintah, perusahan swasta, kemudian sekolah dan unversitas banyak yang meliburkan diri serta mengalihkan kegiatannya di rumah. Hal itu terkait dengan kekhawatiran penyebaran virus  corona atau COVID-19. 

Selain pembatasan aktivitas sosial, beberapa wilayah pun memiliki kebijakan untuk karantina wilayah. Dengan adanya anjuran untuk berdiam di rumah saja, tentu TemanBaik punya waktu luang lebih banyak bersama keluarga atau untuk sekadar "me time". Setelah menghabiskan waktu untuk bekerja di rumah, tidak ada salahnya, kamu juga menyempatkan diri untuk menonton film Indonesia tentunya.

Bicara film Indonesia, setiap tanggal 30 Maret kita peringati sebagai Hari Perfilman Nasional. Pada tahun ini, peringatan tersebut memasuki usianya yang ke-70. Momen ini diambil dari hari pertama pengambilan gambar 'Darah dan Doa' atau 'Long March of Siliwangi' yang disutradarai H. Usmar Ismail, bapak perfilman Indonesia, pada 30 Maret 1950. Hari Perfilman Nasional sendiri ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1999, meresmikan hasil Konferensi Dewan Film Nasional 1962 sebelumnya.  

Nah, masih dalam euforia Hari Perfilman Nasional, kami merangkum beberapa rekomendasi film untuk menemani TemanBaik  #DiRumahAja. Beberapa film ini kami pilih berdasarkan selera dan pengalaman kami menonton, mungkin beberapa di antara kalian sudah menyaksikannya atau malah belum sama sekali. Hal yang terpenting adalah, semoga film rekomendasi dari kami bisa menemani waktu-waktu 'rebahan' kalian di rumah dan melalui waktu-waktu yang cukup menguras energi ini, menjadi lebih baik. Berikut film rekomendasi pilihan kami untuk TemanBaik, simak yuk!


                                                                                               Foto: dok. MilesFilm

1. Petualangan Sherina (2000)
Untuk TemanBaik yang lahir atau sudah remaja di era 90-an, tentu ingat dengan film yang satu ini. Film ini bercerita tentang Sherina, seorang gadis cilik yang cerdik dan energetik. Anak periang ini tinggal di Jakarta bersama ayah dan ibunya. Ia terpakasa pindah mengikuti Ayahnya yang diterima bekerja oleh Pak Ardiwilaga, seorang pemilik perkebunan di Lembang. 

Di lingkungannya yang baru, Sherina dapat cepat menyesuaikan diri dan memperoleh teman-teman baru. Namun ia pun menjadi sasaran kejahilan seorang anak lelaki bernama Sadam, Sherina tidak tinggal diam, ia menyemangati teman-temannya untuk berani menantang dan melawan kesewenang-wenangan Sadam.

Sherina pun akhirnya memperoleh kesempatan mengenal Sadam lebih dekat ketika kedua anak itu berhadapan dengan komplotan penjahat pimpinan Pak Raden yang merupakan orang suruhan seorang pengusaha licik bernama Kertarajasa. Sherina dan Sadam pun terlibat sebuah petualangan seru yang betul-betul menguji kecerdikan dan keberanian mereka serta juga mengajari mereka nilai-nilai kerjasama dan persahabatan.

Film musikal yang skenarionya digubah oleh Jujur Prananto ini hadir untuk semua umur. Elfa Secioria yang dipercaya sebagai penata musik dalam film ini juga menghasilkan musik yang manis. Dengan cerita yang menghibur dan menyentuh, namun tetap tidak berlebihan, kamu bisa menyaksikan kepiawaian Riri Riza sebagai salah satu sutradara kenamaan Indonesia dalam film ini.

Film yang diproduseri oleh Mira Lesmana ini diisi oleh sederet nama aktris dan aktor kenamaan Indonesia seperti, (Alm) Didi Petet, Mathias Muchus, Ratna Riantiarno dan Butet Kertarajasa. Selain itu, tentunya Sherina Munaf dan Derby Romero yang di dapuk sebagai pemeran utama di film ini.

Film ini direkomendasikan oleh Chief Excecutive Officer beritabaik.id, Ismail Rahaji. "Karena saya suka petualangan."


                                                                                               Foto: dok. www.imdb.com

2. Janji Joni (2005)
Film drama komedi ini merupakan film debut penyutradaraan Joko Anwar, salah satu sutradara paling berpengaruh di industri film Indonesia satu dekade kebelakang. Janji Joni sendiri bercerita tentang Joni, seorang pengantar roll film bioskop yang sudah turun-temurun dilakukan, diperankan oleh Nicholas Saputra yang selalu bertekat mengantarkan film tepat waktu.

Suatu hari, ia bertemu dengan seorang perempuan yang diperankan Mariana Renata dan menanyakan namanya. Tapi perempuan itu hanya akan memberitahukannya kalau Joni dapat mengantarkan roll-roll film tepat waktu hingga film yang ditonton tidak putus ditengah jalan. Namun pada perjalanannya, Joni mengalami banyak rintangan; mulai dari motornya dicuri ketika, membantu persalinan istri sopir taksi yang ia tumpangi, dipaksa menjadi figuran film dan banyak lagi lainnya. 

Joni pun berpacu dengan waktu, seandainya dia gagal mengantarkan roll tersebut tepat waktu, dia tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu lagi dan film di bioskop tidak akan habis.

Selain Nicholas Saputra dan Mariana Renata, sederet nama sperti Rachel Maryam Sayidina, Surya Saputra, hingga (Alm) Gito Rollies turut ambil peran dalam film ini. Janji Joni juga menghadirkan banyak cameo, bisa jadi salah satu yang paling banyak. Beberapa nama di antaranya Barry Prima, Sudjiwo Tedjo, mendiang Ria Irawan, Tora Sudiro, Winky Wiryawan hingga sang produser Nia Dinata.

Selain cerita yang menarik, film ini menghadirkan soundtrack yang tak lekang oleh waktu. Boleh di bilang, film ini juga yang turut memperluas pendengar nama-nama besar musik indepen saat itu seperti, White Shoes and The Couples Company, The Adams, Sore, Zake and The Popo, hingga Teenage Death Star. Salah satu film Indoenesia dengan soundtrack terbaik. 

Film ini dipilih oleh Reporter beritabaik.id, Rayhadi Shadiq "Soalnya film ini relate denganku, pekerjaanku dari masa ke masa selalu jadi pengantar. Dari mulai pengantar kanvas lukisan sampai pengantar kabar untuk TemanBaik."


                                                                                            Foto: dok. www.imdb.com

3. 3 Hari untuk Selamanya (2007)
3 Hari Untuk Selamanya merupakan karya lainnya hasil duet Riri Riza (sutradara) dan Mira Lesmana (produser). Keduanya kembali mempercayakan pemeran utama prianya kepada Nicholas Saputra. Kali ini mereka juga menghadirkan Adinia Wirasti untuk beradu peran bersama Nico. Dalam film ini juga Riri Riza menggandeng sejumlah naman seperti Ringgo Agus Rahman, Leroy Oesmani, dan komedian senior Tarzan.

Film berupa road movie bertemakan post-adolescent ini menceritakan kisah keseharian, tentang kegelisahan anak muda menatap masa depan dalam menghadapi lingkungan tradisi keluarga dan kebebasan semu di negeri ini.

Riri Riza dengan cakap menggambarkan kehidupan anak muda, gamblang dan apa adanya. Film ini diberi kehormatan untuk premiere di Hong Kong International Film Festival. Untuk penggarapan soundtrack, Ia percayakan pada band asal Jakarta, Float. Albumnya sendiri terbilang sukses, menghadirkan banyak lagu yang menempel hingga saat ini. Sebut saja 'Sementara', '3 Hari untuk Selamanya', 'Pulang' dan 'Stupid Ritmo'

Film ini dipilih oleh Fotografer beritabaik.id, Djuli Pamungkas "Film ini punya cerita yang sederhana, tentang bagaimana perbedaan dan keputusan diambil dari hal-hal paling sederhana selama perjalanan Ambar dan Yusuf. Perjalanan yang nyatanya menemukan hal-hal yang tidak pernah disadari sebelumnya tentang menjadi diri sendiri, sahabat, pengambilan keputusan, cinta, harapan, kematian, dan takdir. Ambar dan Yusuf sepakat bahwa, 'ada yang harus dipilih, ada yang harus diputuskan'."

                                                                                             Foto: dok. www.imdb.com

4. Gundala (2019)
Gundala adalah sebuah film pahlawan (super hero) Indonesia yang disutradarai dan ditulis oleh Joko Anwar. Film ini merupakan produksi bersama Screenplay Films, Legacy Pictures, Ideosource Entertainment, dengan pemilik hak cipta Gundala yaitu Bumilangit Studios.

Gundala sendiri berdasarkan pada cerita karakter pahlawan super Indonesia tahun 1969 yang dibuat oleh
Harya Suraminata. Karakter utamanya sendiri diperankan oleh Abimana Aryasatya. Film ini akan menjadi awal dari Jagat Sinema Bumilangit (JSB), sebuah proyek ambisius di perfilman Indonesia yang digadang-gadang sebagai Marvel Cinamatic Universe versi Indonesia.

Sebelumnya, Hanung Bramantyo sempat didapuk menjadi sutradara untuk film ini sebelum digantikan oleh Joko Anwar. Bisa dibilang, Gundala juga merupakan salah satu film Indonesia dengan budget produksi terbesar sejauh ini. Hal tersebut dikarenakan banyak teknis produksi film yang memang menggunakan teknologi terkini, salah satunya adalah CGI (Computer-Generated Imagery). Selain itu film ini juga melibatkan 1.800 orang pemain dan 70 set pengambilan gambar di lokasi yang berbeda.

Baca Ini Juga Yuk: Ini 5 Film Rekomendasi BFC Memperingati Hari Film Nasional

Pemeran tokoh didalamnya pun tak main-main, sederet nama top perfilman dihadirkan didalamnya. Sebut saja Tara Basro, Lukman Sardi, Ario Bayu, Hannah Al Rasyid, Asmara Abigail hingga Rio Dewanto masuk dalam film tersebut. Detil produksi untuk divisi kostum mereka percayakan pada Iwan Nazif (Bumilangit Creative Engine) dan Chris Lie (Caravan Studio). Untuk produksinya ditangani oleh Quantum Creations FX yang berbasis di Los Angeles
, dan telah menggarap film-film semacam Daredevil, Watchmen dan Supergirl


Film yang menghabiskan waktu produksi selama dua tahun ini
ditayangkan di bagian Midnight Madness di Festival Film Internasional Toronto 2019. Selain itu, Gundala merupakan film Indonesia pertama yang menggunakan tata suara Dolby Atmos. 

Film ini direkomendasikan oleh Social Media Spesialist beritabaik.id, Destia Widiane "Karena Gundala satu-satunya film Indonesia yang aku suka, seperti memberi udara segar perfilman indonesia terutama superhero. Karena aku suka film superhero." 


                                                                                               Foto: dok. www.imdb.com

6. 27 Steps of May (2018)
Film 27 Steps of May merupakan sebuah film drama keluarga yang menakjubkan dan membuat terenyuh di waktu yang bersamaan. Film yang disutradarai Ravi Bharwani ini diproduksi oleh rumah produksi Green Glow Pictures dan Go Studio. Penulisan skenario dipercayakan pada Rayya Makarim dan diproduseri oleh Wilza Lubis.

Ravi Bharwani berhasil menggambarkan trauma korban kekerasan seksual dalam 'sunyi' minim musik pengiring dan dialog. Sesuatu yang jarang dilakukan di film Indonesia lainnya. Ia mampu membawa penonton merasakan rasa sakit dan trauma yang dialami tokoh utama, May, yang menjadi korban pemerkosaan di usianya yang masih 14 tahun. 

Film ini mendapuk Raihaanun dan Lukman Sardi sebagai pemeran utama yang memerankannya dengan sangat baik. Selain itu, ada Ario Bayu dan Verdi Solaiman yang turut ambil peran. 27 Steps of May menghabiskan total masa produksi lima tahun, yang mana porsi terbesarnya dihabiskan sang sutradara untuk melakukan riset. Selain mendapat apresiasi di Busan International Film Festival, 27 Steps of May juga membawa Raihaanun mendapatkan penghaargaan Best Actress dalam ajang ASEAN International Film Festival & Award 2019 (AIFFA) di Kuching, Sarawak (Malaysia)

Film ini di rekomendasikan oleh Editor in Chief beritabaik.id, Avitia Nurmatari "Film yang mengangkat isu tentang trauma korban kekerasan seksual yang dialami May (Raihaanun) dan berdampak pada ayahnya (Lukman Sardi). Tidak banyak dialog dalam film ini, adegan-adegan korban dan ayah korban menyiratkan pesan bahwa trauma personal itu bagian dari perjalanan kehidupan yang tidak bisa tuntas diburu-buru. Bekas lukanya mendalam, tidak bisa lekas hilang. Kehadiran Pesulap dalam film ini juga menyiratkan pesan bahwa trauma perlu dibagi, diceritakan, bukan untuk mengorek luka tapi menjemput suka. Film ini sangat jujur mengangkat isu kesehatan mental. Biasanya saya tidak suka dengan film-film genre 'gelap', tapi film ini tuntas saya tonton dari awal sampai akhir, meski bulu kuduk sering merinding."

7. Night Bus (2017)
Film Night Bus adalah debut dari Darius Sinathrya sebagai seorang sutradara. Uniknya, ia sendiri adalah orang terakhir yang bergabung dalam tim film ini. Night Bus sendiri sudah mulai Teuku Rifnu Wikana rencanakan sejak 2012. Ia memproduseri Night Bus sekaligus juga berperan sebagai tokoh utama dalam film ini. Untuk penyutradaraan, Night Bus mempercayakannya pada Emil Heradi. Beberapa aktor kawakan juga terlibat dalam film ini, di antaranya Yayu Unru, Toro Margens, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Tio Pakusadewo, dan  Alex Abbad.

Fakta menariknya, Night Bus diangkat dari kisah nyata sang pemeran utama. Hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya di tahun 1999, saat ia bermukim di sebuah area konflik dan mengalami teror selama 12 jam di dalam bus. Produksi film ini didukung dari penggalangan dana publik (crowdfunding). Faktanya, film ini menjadi peraih Film Terbaik FFI 2017 dengan jumlah penonton paling sedikit di antara nominator lainnya. Saat rilis pemutaran, film ini hanya bertahan sepekan di 105 layar bioskop yang tersedia dan tercatat hanya menghadirkan sekitar 20 ribu penonton. 

Filmnya sendiri berkisah mengenai sekelompok orang dengan latar yang berbeda-beda menaiki sebuah bus malam menuju Kota Sampar yang sudah bertahun-tahun dilanda konflik separatis. Dalam bus tersebut, terdapat seorang penyusup yang keberadaannya dicari oleh pihak-pihak yang bertikai. Perjalanan pun berlangsung dengan penuh teror. Nyawa dipertaruhkan, tidak ada yang tahu siapa yang akan bertahan atau mati menjadi korban.

Film ini direkomendasikan Partnership Officer beritabaik.id, Rosmelia Lestari, "Aku cukup mengikuti progres film ini. Mulai dari penggalangan dana, pemilihan cast, dan seneng banget waktu film ini akhirnya rilis. Senangnya bertambah karena film ini terpilih sebagai Film Terbaik FFI 2017! Buatku film ini menawarkan premis yang segar di khazanah film Indonesia. Gelap malam, terjebak di sebuah bus, berada di tengah konflik bersenjata, ketegangan yang dihadirkan film ini benar-benar intens! Meski disertai oleh kekurangan teknis di sana-sini, aku tetap merekomendasikan film ini, terutama untuk TemanBaik pecinta film bergenre thriller."

Nah, itu merupakan  rekomendasi dari tim beritabaik.id. Beberapa film dapat kamu saksikan di platform streaming legal, lainnya mungkin harus kembali membongkar koleksi DVD atau VCD kamu. Nyatanya, belum semua rekomendasi dari kami masuk kedalamnya daftar ini. Kedepannya, kami akan membagi kembali beberapa rekomendasi film atau serial bukan hanya untuk menemani kamu di rumah. Tapi di aktivitas lainnya. Semoga semua segera kembali pulih, selamat menonton TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Jake Hills


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler