Menghadapi Perundungan ala Pemeran 'Pretty Little Liars'

Bandung - TemanBaik, gaya hidup dan teknologi bisa memicu terjadinya perundungan di media sosial atau cyber bullying. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Pemain serial Viu Original 'Pretty Little Liars' berbagi tipsnya loh.

Pemeran yang terdiri dari Yuki Kato, Anya Geraldine, Valerie Thomas, Wulan Guritno, Jennifer Coppen dan Shindy Huang ini berbagi tips pada sebuah acara bincang-bincang daring pada 20 Mei silam. Dalam bincang-bincang tersebut, mereka berbagi kisah saat diserang, bertahan dan menguatkan orang-orang terdekat akibat perundungan media sosial.

Perundungan di media sosial atau biasa dikenal dengan istilah cyber bullying merupakan perundungan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok melalui media sosial. Saat ini, kehidupan kita tidak bisa lepas dari media sosial. Otomatis, potensi menjadi pelaku atau korban perundungan di media sosial ini besar loh potensinya.

Namun, untuk mengatasi hal tersebut, masing-masing pemeran 'Pretty Little Liars' punya pandangan tentang cara mengatasi perundungan media sosial. Apa saja sih yang harus kita perhatikan? Yuk kita simak!

Jangan Terlalu Ditanggapi
Yuki Kato yang menjadi pemeran dalam 'Pretty Little Liars' menyebutkan, untuk menanggapi perundungan kita sebaiknya tak perlu menelan mentah-mentah apa yang dikatakan orang yang merundung kita.

"Saya udah kenal bullying sejak kecil. Tapi saya enggak pernah masukkin hati. Saya anggap lewat aja," terang Yuki.

Kendati begitu, ia mengaku sering diperingatkan oleh teman-temannya untuk lebih hati-hati terhadap "serangan" yang berpotensi merundung dirinya. Ia diminta untuk berani melapor bila ada seseorang atau sekelompok yang merundungnya.

Kontrol Informasi yang Diberikan untuk Publik
Sementara itu Shindy Huang menyebutkan, kita perlu mengontrol informasi yang kita berikan untuk publik. Salah satunya dengan mengontrol ulang sesuatu yang akan kita unggah ke media sosial. Ia juga menyebutkan secara spesifik jika seseorang telah menjadi publik figur, kehati-hatian ini harus sangat diterapkan.

"Sebab semua orang jadi mau tahu kehidupan pribadi kita. Makanya, kita harus pegang kontrol terhadap apa yang bakal kita unggah ke media sosial. Barangkali ini bisa jadi pemicu cyber bullying yang bisa kita terima," terang Shindy.

Ia berandai-andai, jika bertemu dengan pelaku perundungan di media sosial, ia bakal mengajaknya melakukan refleksi diri ke dalam. Selain itu, ia akan mengajak pelaku untuk bercermin dan membayangkan bagaimana jika korban perundungan tersebut adalah kerabat dekat orang itu sendiri.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Film Bertema Buddha yang Seru untuk Ditonton

Buat Pondasi yang Kokoh
Selanjutnya, Wulan Guritno dalam sesi yang sama menyebutkan, kita harus membuat pondasi yang kokoh dalam mengatasi masalah ini. Pondasi yang kokoh ini bisa diterapkan kepada anak-anak pengguna media sosial.

"Ajarkan batas-batas antara yang benar dan salah untuk anak-anak. Kalau pondasinya sudah kuat, idealnya hantaman seperti perundungan begini akan dianggap lewat begitu saja," ujar Wulan.

Kenali Faktor Penyebab
Sementara itu Anya Geraldine memaparkan, kita harus mengenali dan sadar akan penyebab seseorang melakukan perundungan. Namun di sisi lain, ia juga khawatir kalau perundungan ini jadi budaya baru di Indonesia.

"Dengan menyadari kemungkinan-kemungkinan yang jadi faktor kenapa orang itu suka melakukan cyber-bullying, kita bisa sedikit lebih cuek dengan hal itu," ujar Anya.

Referensi
Terkait hal itu, dalam keterangan resmi yang diterima oleh Beritabaik.id, layanan streaming video pan-regional Viu melepas sebuah serial bertajuk 'Pretty Little Liars'. Head of Original Production untuk Viu Indonesia dan Malaysia, Sahana Kamath mengatakan, serial ini mengadaptasi serial Warner Bros yang ikonik ini, dan dengan tetap menjaga konsep aslinya, yaitu 'Pretty Little Liars' versi Asia ini dengan kehidupan dan keseharian pemirsanya.

"Serial ini dapat menjadi pembuka mata kita bersama untuk memulai sebuah diskusi mendalam mengenai persahabatan, pemberdayaan perempuan dan cyber bullying,” terang Sahana.

Serial 'Pretty Little Liars' dirilis langsung dalam 10 episode untuk dapat dinikmati secara maraton oleh pemirsa Viu di 16 negara di mana layanan Viu tersedia. Serial adaptasi ini mengambil set sebuah kota fiksi di Bali, Amerta.

Secara umum, serial ini menceritakan kehidupan empat remaja yang bagaikan kehilangan arah setelah pemimpin mereka, Alissa (Yuki Kato), menghilang secara misterius. Setahun kemudian, Hanna (Anya Geraldine), Ema (Eyka Farhana), Sabrina (Valerie Thomas) and Aria (Shindy Huang), kembali bersatu setelah mereka mulai menerima pesan-pesan misterius dari sosok yang dikenal sebagai "A". Sosok A tersebut mengancam akan mengungkap rahasia terkelam mereka.

Saat ini, kamu sudah bisa menonton serial 'Pretty Little Liars' melalui aplikasi Viu yang dapat diunduh di App Store, Google Play, dan smart TV tertentu.

TemanBaik, yuk mulai dari sekarang kita saling menguatkan dan mengingatkan terhadap orang-orang terdekat akan negatifnya perundungan di media sosial atau cyber bullying. Ketimbang melakukan hal tersebut, ada baiknya kita menerima dan menyebarkan informasi positif atau edukatif di media sosial kita. Tetap semangat, ya!

Foto: Dok. Viu Original
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler