Ingin Menjadi Sutradara Film? Begini Langkah Awalnya

Jakarta - TemanBaik, film yang kita tonton tak lepas dari peran apik sang sutradara. Lalu, hal-hal apa saja sih yang harus kita perhatikan untuk menjadi sutradara film, agar film yang kita garap menjadi keren?

Sutradara film Lucky Kuswandi melalui diskusi daring yang digelar Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menjelaskan bahwa sebuah karya film yang bagus tidak lepas dari peran kunci seorang sutradara dalam mengarahkan para aktor.

Sebagai informasi, Lucky dikenal sukses dalam menyutradarai beberapa judul film, antara lain 'Selamat Pagi, Malam' dan 'Galih & Ratna'. Ia kemudian memberikan beberapa tips untuk kamu yang hendak mulai menjajal untuk jadi sutradara film. Yuk kita simak!

Memahami yang Akan Dikerjakan
Lucky menyebut, seorang sutradara harus tahu apa yang akan dia kerjakan dalam film yang akan digarapnya. Hal yang paling dasar adalah dengan memahami akting dan hal-hal apa yang hendak dilakukan. Pasalnya, kesadaran akan hal ini dianggapnya akan memudahkan sutradara untuk mengembangkan ide saat penggarapan film.

"Kalau kita udah tahu apa yang mau kita lakuin, secara teknis dengan aktor atau dengan hal lain, ke depannya bakal lebih gampang," ujar Lucky.



Foto: Tangkapan Layar Youtube/Budaya Saya Channel/kebudayaan.kemdikbud.go.id

Baca Ini Juga Yuk: 'Sementara, Selamanya' Hadirkan Aktris Senior Christine Hakim

Membangun Kekompakan dengan Aktor
Hubungan antara sutradara dan aktor tak hanya bicara soal hubungan kerja. Lebih jauh lagi, Lucky menyebut hubungan keduanya harus terjalin lebih intim lagi. Artinya, sutradara harus menjadi keluarga, pendengar, psikolog, dan menjadi banyak peran untuk aktornya.

Keintiman hubungan atau dikenal dengan chemistry antara sutradara dan aktor akan menimbulkan rasa kepercayaan mendalam, utamanya dari aktor ke sutradara agar sang sutradara bisa lebih nyaman dalam mengambil keputusan. Pasalnya, menurut Lucky, peran aktor pun sangat sulit. Seorang aktor harus membuka dirinya saat berakting, paling tidak di depan kamera dan puluhan kru film.

"Setelah aktor itu berakting habis-habisan, misalnya setelah nangis guling-gulingan nih, adegan yang akhirnya dipilih itu kan keputusannya ada di sutradara. Jangan sampai aktor itu tidak percaya dengan sutradaranya, sebab dampaknya nanti sang aktor malah menyutradarai dirinya sendiri," tegas Lucky.

Jeli Melihat Hal Kecil
Menjadi sutradara juga harus jeli dalam melihat hal-hal kecil. Di samping memahami skenario, sutradara harus bisa memilih aktor untuk memainkan tokoh dalam film yang ia garap, bahkan sebelum proses casting dimulai.

Melihat esensi sebelum casting dimulai adalah hal contoh kepekaan sutradara dalam memilih aktor untuk memainkan tokoh filmya. Secara personal, Lucky menggunakan kesan pertama sebagai indikator dalam memilih aktor.

"Hadir saat casting adalah hal yang menurut saya penting. Kita bisa melihat kepribadian aktor, first impression dengan aktor, dan banyak hal kecil lainnya," beber Lucky. Hal itu pula yang ia lakukan saat menggarap film ‘Galih & Ratna’.

Jangan Mendikte Aktor
Hal penting lainnya ialah jangan pernah mendikte aktor. Lucky menyarankan sutradara hanya perlu mengarahkan tujuan yang hendak dicapai bersama kepada aktornya. Selebihnya, sutradara bisa membiarkan aktor untuk berkembang sesuai karakternya.

"Kita enggak bisa mendikte aktor. Sebab dia manusia, bukan robot. Kita hanya perlu memberi tahu tujuan bersama kita apa, dan biarkan aktor berkembang sesuai interpretasinya," tutup Lucky.

TemanBaik, adakah di antara kamu yang berminat menjadi sutradara? Nah, sekarang sudah saatnya kita menggali kemampuan lebih jauh, mengembangkan ide dan mulai mengeksekusi ide-ide kreatif dalam kepala. Semangat ya!

Foto: Unsplash/Avel Chuklanov

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler