Kata Garin Nugroho Tentang Mengubah Ide Kreatif Menjadi Karya

Jakarta - TemanBaik, tiap karya yang kita nikmati tak lepas dari keberadaan ide kreatif yang 'disulap' oleh kreatornya menjadi sebuah karya. Lalu, bagaimana cara melakukannya, ya?

Sutradara film Garin Nugroho menyebutkan, Indonesia punya banyak hal yang dapat dikembangkan menjadi sebuah ide. Namun, tantangan dan pekerjaan rumah insan kreatif kita adalah menambah pengetahuan dan keterampilan untuk mengubah ide menjadi sebuah karya nyata.

Lebih lanjut lagi, ia membagikan beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam proses mengubah ide kreatif menjadi karya nyata. Apa saja sih? Yuk kita simak!

Mencintai Ide Kreatif
Hal mendasar yang harus dimiliki seorang insan kreatif adalah mencintai ide yang dimilikinya. Selain itu, kamu juga harus terlebih dahulu mencintai ide yang sedang kamu kerjakan. Menurut Garin, jika kamu sudah mencintai ide kreatifmu sendiri, akan ada tenaga yang luar biasa dalam proses mewujudkan idemu itu menjadi karya nyata.

"Sebab cinta itu tahapannya sudah spiritual. Sehingga akan ada desire atau tenaga yang kuat," ujar Garin dalam acara diskusi daring bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Manajemen Ide
Bagian terpenting dalam upaya mengubah ide kreatif menjadi karya nyata ada pada tahap manajemen ide. Garin menyebut, ada dua unsur manajemen ide yang harus diperhatikan oleh tiap insan kreatif. Unsur pertama adalah organisasi sehingga ide tersebut dapat diwujudkan.

"Unsur ini bicara tentang modal bikin karyanya dari mana, dan hal-hal berbau organisasi yang bisa menunjang keberhasilan karya," ujar Garin.

Sementara itu unsur manajemen kedua berbicara mengenai pengembangan ide tersebut sehingga dapat dieksekusi menjadi sebuah karya nyata. Dalam konteks ini, Garin mengingatkan kita untuk bisa membedakan antara ide dan lamunan. Menurutnya, meski bisa tertukar, namun pemahaman keduanya ini jauh berbeda loh.


                                                                         Foto: Tangkapan layar/Kanal YouTube Budaya Saya

Baca Ini Juga Yuk: 3 Langkah Menulis Skenario Film yang Penting Diketahui

Lebih lanjut, ia menyebutkan perbedaan mendasar antara ide dan lamunan ada pada tahap pengembangannya. Ada banyak lamunan yang kita jumpai sehari-hari, namun tak semua lamunan bisa menjadi ide.

"Indikatornya ada pada seberapa besar daya gerak. Artinya, tiap muncul ide, ada daya gerak yang bikin kita bisa mengembangkannya. Kalau dia hanya sebatas lamunan, ya sudah hanya berhenti saat kita melamun saja. Tidak ada daya yang menggerakan kita untuk mengubahnya jadi karya nyata," beber Garin.

Dua hal terkait manajemen ide yaitu organisasi dan pengembangan ide disebut Garin harus memiliki keseimbangan. Dengan begitu, langkah-langkahmu untuk mengubah ide tersebut menjadi karya nyata akan lebih ringan.

Meredam Ego
Garin menyoroti kehadiran hal baru berbau teknologi dari zaman ke zaman secara tidak langsung akan menaikkan ego generasi muda di tiap zaman tersebut. Singkatnya, tiap generasi muda di zaman apapun bakal merasa dirinya paling canggih dan punya ego tinggi.

Nah, berbicara meredam ego, Garin menyebut cara yang dianggapnya jitu adalah dengan bertemu orang-orang yang jauh lebih kompeten di bidang keahlian kita. Adapun cara lainnya adalah dengan memadukan ego kita dengan proses berkarya dan kerja nyata.

"Ego dan keras kepala itu harus dibenturkan dengan sesuatu yang benar. Seperti misalnya keras kepala dibenturkan dengan karya nyata dan kerja nyata. Nantinya, keras kepalamu bakal jadi pengetahuan," ujar Garin.

Rutin Melakukan Evaluasi
Proses kreatif disebutkan oleh Garin adalah proses yang banyak mengharuskan kita mengevaluasi dan selalu belajar dari nol. Saat kita selesai dengan sebuah proses, mesti siap memulai proses baru dan belajar dari nol lagi.

"Proses mewujudkan karya diawali dengan mengosongkan pikiran agar ia bisa kembali berproses dari nol,” ujarnya.

Sebagai upaya evaluasi, pertemuan dengan orang baru dan keingintahuan akan ilmu baru akan banyak memberi masukan untuk proses kreatif berikutnya. Rutin menerima informasi baru juga dapat merangsang otak untuk mendapatkan ide yang kemudian bisa kita olah menjadi sebuah karya nyata baru. Menyenangkan, ya!

TemanBaik, sudah punya ide apa hari ini? Yuk, kita ubah ide-ide brilian itu menjadi ragam kebaikan agar bisa dinikmati oleh banyak orang. Semangat ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Aaraon Burden 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler