Adipati Dolken dan Della Dartyan Bertemu Kembali di Film Ini

Jakarta - Setelah memproduksi film box office 'Perempuan Tanah Jahanam', BASE Entertainment selaku rumah produksi bakal kembali menghadirkan film terbarunya yang berjudul 'Akhirat: A Love Story'.

Disutradarai oleh Jason Iskandar, film ini bakal kembali mempertemukan Adipati Dolken dan Della Dartyan yang sebelumnya pernah beradu akting di film 'Love For Sale 2'.

Shanty Harmayn, produser BASE Entertainment mengatakan bahwa proyek film ini bermula saat satu tahun lalu Jason pitching beberapa cerita (film ini salah satunya). Ia merasa, cerita untuk film ini memilili karakter yang sangat kuat. 

"Cerita yang ditawarkan sangat kuat dan kami senang bekerjasama dengan filmmaker baru, untuk perkembangan industri juga," ujarnya lewat konferensi pers virtual.

Sementara itu, Jason Iskandar mengungkapkan, ide cerita untuk film 'Akhirat: A Love Story' sudah tersirat sejak tahun 2017 lalu. Saat itu dirinya mengaku memiliki keresahan yang begitu mengganggu, dikarenakan akan menikah dalam waktu dekat. 

"Biasalah, mau nikah, dan sempat parno, Kepikiran aja, gimana kalau ada sesuatu yang terjadi dan gue meninggal. Apakah gue bisa kenal dengan istri gue di akhirat?," katanya.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Klasifikasi Usia Penonton di Indonesia

Menurut Jason, hal yang dirasakannya itu bukanlah sesuatu yang asing. Malah (mungkin) banyak dirasakan oleh banyak orang di luar sana. 

"Itu adalah sesuatu yang familiar di Indonesia kan? Saya rasa hal itu menarik untuk diolah menjadi kisah fantasy romance," ungkapnya.

Jason menerangkan nantinya dua tokoh di film garapannya ini akan diceritakan sebagai pasangan yang mengalami sebuah kejadian atau tragedi yang tak disangka-sangka.

"Tragedi itu akan membawa mereka ke persimpangan antara alam dunia dan alam baka. Di persimpangan itulah terungkap berbagai pertanyaan yang selama ini bergelantung di hati keduanya," ungkapnya.

Ia juga menambahkan kalau ada unsur fantasi yang sangat kuat di filmnya nanti. Hanya saja, ceritanya akan tetap dibuat relateable dengan real life orang-orang.

"Kita buat universe yang 'se-membumi' mungkin, agar orang-orang bisa relate dengan apa yang ada di layar. Tapi, itulah kekuatan film fantasi, gimana kalau manusia bisa di-push ke satu titik tertentu yang kemungkinan besar tidak ada di dunia nyata? Apa yang akan mereka lakukan ketika hal itu terjadi," tuturnya mengibaratkan.

Rencananya, proses syuting akan mulai dilakukan pada awal September nanti. Sedangkan filmnya direncanakan rilis pada tahun 2021 mendatang.

Foto: Dok. BASE Entertainment

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler