'Wave of Cinema', Konser Virtual yang Gabungkan Musik dan Film

Jakarta - Masa pandemi COVID-19 membuat semua kegiatan yang menghadirkan banyak massa harus ditunda bahkan dibatalkan. Termasuk menonton film dan menyaksikan konser musik. Keduanya bisa dipastikan belum dapat kita lakukan lagi.

Untuk menjawab kerinduan banyak orang yang lama tidak menonton film dan konser musik, Visinema Music dan Bioskop Online berkolaborasi untuk menggelar konser daring bertajuk 'Wave of Cinema'.

Rangkaian Wave of Cinema ini akan berlangsung setiap hari Jumat selama 1 bulan, mulai tanggal 18 September hingga 9 Oktober 2020 mendatang. Adapun gelarannya akan menghadidkan film-film yang diproduksi oleh Visinema, seperti 'Konser Filosofi Kopi' (18/9), 'Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini' (25/9), 'Konser Generasi 90an: Melankolia' (2/10), dan ditutup oleh 'Konser Surat dari Timur' (9/10), gabungan dari film 'Cahaya Dari Timur' dan 'Surat Dari Praha'.

Sementara itu, untuk musisi yang terlibat dalam 'Wave of Cinema' di antaranya Maliq & D’Essentials, Isyana Sarasvati, Padi Reborn, Andien, Fourtwnty, Ardhito Pramono, Kunto Aji, Gamaliel, Efek Rumah Kaca, Hindia, Ananda Badudu, hingga Nadin Amizah.

Saron Sakina, selaku produser mengatakan jika 'Wave of Cinema' akan menyajikan sebuah cerita tentang isu yang dekat dengan masyarakat saat ini melalui musik dan film.

"Konser virtualnya sendiri dilakukan dengan memproduksi video tapping yang setelahnya akan disusun, disiarkan dan dipandu oleh host secara langsung," katanya.


Foto: dok. Istimewa/Sharon Sakina

Mengusung tagline #TerasaDekat, 'Wave of Cinema' akan menyajikan rangkaian konser ini dengan berbagai fitur menarik, sebut saja  live chat interaktif dan multiple angle camera.

"Fitur-fitur yang kita hadirkan itu bisa  memungkinkan penonton merasa lebih dekat dengan musisi yang terlibat, bahkan penonton lainnya. Bisa kasih pengalaman dan sensasi nonton konser online kayak  nonton konser langsung," jelas perempuan yang akrab disapa Sasha itu.

Bagi Sasha pribadi, di luar perannya sebagai produser, menonton konser secara live itu adalah hal yang sangat dirindukan. Karenanya, meskipun ia menggarap sebuah konser virtual, ia ingin membuat para penontonnya merasakan kedekatan yang tidak biasa.

"Kami merasa kedekatan ini harus dibalut oleh sesuatu, tidak semata-mata memindahkan panggung live ke virtual saja. Ternyata, balutan itu adalah sebuah cerita, dimana kita akan merasa dekat karena emosi yang dibangun dari sebuah cerita," terangnya.

Terkait durasi konser, Sasha menambahkan jika setiap sesi konser akan berlangsung sekitar 1,5 sampai 2 jam lamanya.

"Nantinya para musisi yang terlibat akan menyanyikan semua soundtrack di film, plus ada kejutan lainnya juga. Jadi setiap musisi akan menampilkan beberapa lagu," paparnya. 

Baca Ini Juga Yuk: Siap-siap! Bakal Ada Bioskop Berkonsep Drive In di Bandung

Jadi Proyek Ambisius
CEO Visinema, Angga Sasongko menerangkan jika secara konsep, 'Wave of Cinema' mencoba menghadirkan bentuk kolaborasi dengan format yang berbeda. Menurutunya, adanya proyek ini bisa membantu menggerakan sendi-sendi yang ada dalam Visinema itu sendiri, agar setiap lini bisa tetap berkarya di luar segala keterbatasan yang ada saat ini.

"Waktu itu gue bilang sama Sasha kalau mau bikin kecil-kecilan enggak usah, mendingan sekalian gede, ambisius. Industri kreatif kalo enggak dikasih jalan untuk bertahan, kita buat jalan pintas sendiri aja," akunya.

Angga juga menambahkan jika saat situasi pandemi seperti sekarang ini, yang paling terkena dampaknya adalah seni panggung.

"Seni panggung itu salah satu yang paling kena, dan nyaris enggak punya way out (jalan keluar). Enggak cuma musisi, tapi teater, dan semua yang berkaitan dengan panggung sulit melakukan inisiatif," papar Angga.

Meski begitu, Angga senang akhirnya proyek yang dikerjakan dengan menerapkan protokol ketat dari segi kesehatan hingga keamanan bisa terealisasi dan siap dinikmati oleh banyak orang.
 
"Kami senang bisa kolaborasi bersama 30 musisi, karena di masa pandemi para pekerja seni kehilangan panggung. Kami sadari pengalaman nonton konser tidak bisa digantikan secara virtual, akan tetapi, kami mencoba format konser online yang bercerita. Ini cuma bisa dilakukan secara online," jelasnya.
 
Tiket 'Wave of Cinema' sendiri dibanderol dengan harga Rp99 ribu untuk 4 konser sekaligus. Harga ini berlaku selama masa penjualan early bird, yang bisa dibeli melalui  berbagai situs penjualan tiket daring yang tersedia.

Sementara itu, saat harga normal akan dikenakan biaya Rp125 ribu dan tiket harian per konser akan dikenakan masing-masing Rp50 ribu.

Foto: Tangkapan Layar Press Conference 'Wave Of Cinema' 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler