'Serigala Terakhir' Akan Segera Hadir dalam Format Serial

Jakarta - Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2009 silam, film 'Serigala Terakhir' memang memiliki tempat tersendiri bagi para penikmat film. Terlebih lagi, di akhir film, jalan ceritanya tampak masih menggantung dan dipastikan masih ada kelanjutannya.

Setelah 11 tahun, akhirnya film ini akan hadir dalam versi serial yang bisa disebut sebagai sekuelnya. Penebusan dosa, balas dendam, serta pertarungan kelompok Kapak Merah dan Naga Hitam bakal kembali membara.

Versi serial untuk 'Serigala Terakhir' ini tetap diproduksi oleh Screenplay Films, namun berkolaborasi juga dengan Vidio Original Series. Nantinya serial ini akan tayang mulai 25 September 2020 sebanyak 6 episode, yang ditayangkan setiap Jumat di Vidio.

Berbeda dengan film, versi serialnya akan menghadirkan karakter baru, namun tetap menampilkan tokoh utama yang ada di film. Adapun deretan pemain di serial ini di antaranya Abimana Aryasatya, Rizky Nazar, Hannah Al Rashid, Revaldo, Bizael
Tanasale, Agra Piliang, Kamal Hafid, Reza Pahlevi , dan pemeran pendukung lainnya.

Series 'Serigala Terakhir' bakal mengisahkan tentang aksi pertumpahan darah yang melibatkan konflik dua kelompok mafia. Abimana Aryasatya kembali berperan sebagai Alex, karakter yang juga diperankannya di film terdahulu. Alex adalah anggota mafia kelompok Naga Hitam.

Kali ini, sosok Alex akan menjadi cerita utama series ini. Satu nama lama yang kembali hadir adalah Fathir, yang dimainkan oleh Reza Pahlevi.

"Kembalinya Alex sekaligus membawa kembali memori penonton ke masa-masa film tayang 11 tahun yang lalu. Alex adalah karakter yang bertahan hidup di masa lalu dan kemudian ia mau memperbaiki diri dan menebus dosa yang pernah dibuatnya," jelas Abimana saat press conference virtual.

Baca Ini Juga Yuk: 'Wave of Cinema', Konser Virtual yang Gabungkan Musik dan Film

Abimana menambahkan jika karakternya Alex di serial akan ada perbedaan dengan karakter Alex di film. Jika di film, Alex adalah karakter yang pekerjaannya mengambil hak milik orang lain, pada versi serisl, visi hidupnya menjadi berubah. Justru ia ingin menebus dosa-dosanya di masa lalu.

"Serial Serigala Terakhir itu enggak murni action, tapi ada drama keluarga. Bikin film action harus ada konten ceritanya. Di serial ini adegan fighting akan lebih real dengan konsep street fighting," terang Abimana.

Sementara itu, Tommy Dewo selaku Sutradara mengungkapkna jika pengerjaan serial ini dilakukan dengan skala besar, yang mana kualitas setara dengan film bioskop.

"Saat menggarap serial ini menjadi tantangan berat juga. Pasalnya, film Serigala Terakhir yang disutradarai Upi telah menjadi legenda dan punya banyak penggemar," akunya.

Meski begitu, Tommy mengaku beruntung, lantaran ia didukung oleh para pemain dan tim produksi yang luar biasa.

"Kendati syuting sempat terkendala karena pandemi dan PSBB, tapi semua bisa selesai. Ada penyesuaian saat syuting ketika PSBB, misalnya jumlah ekstras yang dibatasi," paparnya.

Sama seperti filmnya, Tommy juga memasukan adegan berkelahi yang masuk menjadi bagian cerita. Ia juga dia tidak menitikberatkan pada gaya dan teknik berkelahi tertentu. Adapun skenario serial 'Serigala Terakhir' ditulis oleh Tommy sendiri bersama dengan Anggoro Saronto dan Titien Wattimena.

Nah, buat TemanBaik yang ingin menyaksikan kelanjutan cerita 'Serigala Terakhir', kamu bisa menyaksikan episode pertamanya secara gratis di aplikasi Vidio. Hanya saja untuk episode selanjutnya, kamu bisa berlangganan layanan premier dengan biaya mulai dari Rp15 ribu.

Foto: dok. Screenplay Films

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler