Menstruasi Tanpa Nyampah Pembalut, Tiru Gaya Hidup Zero Waste Ini

Bandung - Mungkin sebagian dari kamu bingung, memangnya bisa melewati menstruasi tanpa menyisakan sampah? Pembalut biasa memiliki kandungan pemutih, furan, dioxin, dan fragrance yang merupakan endocrine disruptors. Bahan-bahan tersebut bisa membuat terjadinya kram perut. Di dalamnya juga terdapat kapas yang biasanya mengandung pestisida.

Selain itu, kemasan pembalut juga mengandung plastik yang hanya bisa digunakan sekali saja. Satu wanita bisa menghabiskan 11.000 pads yang hanya akan berakhir di tempat sampah. Hal itu belum termasuk dengan wanita lainnya yang ada di seluruh dunia.

Para pelaku zero waste biasanya memakai beberapa alternatif untuk melewati haid tanpa pembalut. Berikut ini cara-caranya:

Reusable Menstrual Cotton Pad

Selain bisa dipakai berkali-kali, menstrual cotton pad bisa dicuci juga dikeringkan untuk kemudian dipakai lagi. Ukurannya pun beragam, ada size panty liners, small, medium, dan large. Cara pemasangannya sama dengan pembalut biasa, hanya saja kancing yang digunakan dipakai sebagai pengganti rekatan lem. Setelah penuh, kamu bisa membilasnya dan mengeringkannya. Cotton pad juga bisa bertahan sampai 10 tahun.

Menstrual Cup

Penggunaan menstrual cup mungkin masih dianggap tabu. Menstrual cup tidak menyerap darah, tapi menampungnya. Cup nya terbuat dari medical silicon yang sangat aman untuk digunakan selama kita menjaga kehigienisannya.

Celana Menstruasi

Celana menstruasi mungkin terlihat seperti celana biasa, akan tetapi celana tersebut mampu menyerap darah hingga dua pads. Bentuknya pun beragam, ada yang berbentuk thong hingga celana dalam heavy duty. Celana menstruasi juga bisa dibersihkan seperti reusable cotton pad.


Sumber Foto: Unsplash.com


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler