Clean Eating Masih Boleh Jajan di Kafe? Ini Syaratnya

Bandung - Menjalani pola makan sehat atau clean eating tak berarti selamanya berhenti makan enak dan menghindari jajanan. Sejumlah penelitian nutrisi menyebutkan, mereka yang menjalani gaya hidup sehat masih bisa ngafe, makan di restoran atau cheating camilan.

"Bagi orang Bandung, clean eating seperti hal yang tidak menyenangkan karena di sini banyak jajanan dan kuliner enak. Padahal sebaliknya loh, kuliner Sunda banyak yang menggunakan bahan sayuran dan lalapan atau menu pepes yang banyak pilihannya," ujar Nutrition Specialist Youvit Rachel Olsen saat diwawancarai Kamis (19/7) di de Paviljoen Bandung.

Rachel mengatakan, lalapan menjadi opsi yang tepat bagi mereka yang tak suka melahap salad ala western. Menurutnya, lalapan yang sering kita temui antara lain tomat, selada, daun pohpohan, kemangi, timun dan masih banyak lagi.

Ia menjelaskan, lalapan ini memberikan asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebagai contoh, tomat yang mengandung vitamin C, B3 dan potasium. Kemudian juga selada yang mengandung vitamin B7, 89, K dan potasium.

Baca juga: Kenali Metode Food Prep Agar Hidup Lebih Sehat

"Sayur atau buah paling baik dikonsumsi dalam kondisi fresh karena kandungan vitamin dan mineralnya masih tinggi. Tetapi kalau sudah terkena sinar matahari atau disimpan terlalu lama, secara alami bisa berkurang," ungkap Rachel.

Ahli gizi blasteran Denmark ini juga menegaskan, bagi anak muda yang masih doyan nongkrong di kafe atau mengandrungi jajanan ia juga memberikan beberapa trik. Salah satunya dengan memilih makanan enak dengan metode masak di-steam, baked atau grill. Sementara untuk proteinnya, sebaiknya menjatuhkan pilihan pada jenis ikan atau dada ayam yang kadar lemaknya rendah.

"Satu hal yang harus diperhatikan, jangan membiasakan makan dengan porsi berlebih, cukup 1.500 - 2.000 kalori untuk cewek dan 2.000 - 2.500 untuk cowok," pungkasnya.


foto ilustrasi: Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler