6 Tips Terbaik Atasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Bandung - Nyeri haid atau juga dikenal dengan sebutan dysmenorrhea adalah rasa sakit di bagian perut yang biasanya dialami para perempuan ketika menstruasi. Umumnya rasa nyeri ini juga dibarengi dengan sakit kepala, sakit punggung, perut kembung, diare hingga perubahan suasana hati menjelang dan awal menstruasi.

Dysmenorrhea muncul disebabkan terjadinya kontraksi atau gerakan otot-otot rahim yang kuat. Beberapa perempuan mengaku merasakan nyeri yang hebat, namun sebagiannya hanya merasa sakit ringan saja.

Rasa sakit ketika haid tentunya akan sangat mengganggu aktivitas, terutama ketika menjelang dan di hari pertama hingga ke tiga menstruasi. Saatnya atasi rasa sakit ketika menstruasi datang dengan melakukan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Jadi, TemanBaik tetap dapat beraktivitas tanpa terganggu nyeri haid.

Olahraga
Ketika menstruasi para perempuan mungkin cenderung memilih untuk berdiam dan bermalas-malasan. Padahal dengan melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, dapat membantu mengurangi rasa sakit pada perut. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat seperti beberapa gerakan yoga, jogging ringan atau aerobik. Dengan berolahraga, peredaran darah akan jadi lebih lancar dan menyeimbangkan hormon sehingga mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman selama menstruasi.

Baca juga: Pengin Langsing? Metode Pahat Tubuh Jadi Pilihannya

Teh Hangat Chamomile, Jahe dan Lemon
Secangkir teh hangat chamomile terbukti mampu meredakan dysmenorrhea. Dalam penelitian yang dirilis oleh Journal of Agriculture and Chemistry disebutkan ada kandungan tertentu dalam teh chamomile yang dapat mengurangi rasa nyeri ketika haid. Minuman jahe atau lemon hangat juga dapat menjadi pilihan minuman lainnya ketika haid, karena dapat mengurangi rasa nyeri dan memberikan rasa yang menenangkan.

Cukup Istirahat & Tidur
Pekerjaan dan aktivitas yang terlalu banyak dikerjakan dalam satu hari juga tidak baik bagi tubuh, terlebih jika sedang haid. Ketika dysmenorrhea datang, pastikan waktu istirahat dan tidur cukup. Istirahat dan tidur yang cukup mampu memberikan relaksasi, fokus dan kesegaran untuk memulai kembali kegiatan di esok hari.

Kompres Perut
Mengompres perut dengan botol yang berisi air hangat juga mampu meringankan nyeri ketika dysmenorrhea. Rasa hangat yang dihasilkan akan membantu merelaksasi otot uterus yang berkontraksi. Selain mengompres area perut, TemanBaik juga dapat mencoba mandi atau merendam diri dengan air hangat.

Konsumsi Vitamin D
Wanita dewasa memerlukan sekitar 500-600 mcg vitamin D perhari, karena asupan vitamin D, terutama D3 dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri dysmenorrhea. Studi yang dilansir oleh Health.com menujukkan adanya pengaruh dari vitamin D terhadap rasa sakit ketika menstruasi. Penelitian yang dilakukan terhadap 40 orang wanita tersebut menunjukkan bahwa 20 orang wanita yang mengonsumsi suplemen vitamin D3 dengan dosis 300.000 IU selama dua bulan mengalami penurunan rasa sakit hingga 41 persen.

Hindari Makanan & Minuman Tertentu
Agar rasa sakit dysmenorrhea tidak semakin berat, maka perlu menghindari beberapa jenis makanan dan minuman. Selama dysmenorrhea, ada baiknya menghindari makanan berlemak, serta minuman soda, kafein dan alkohol. Makanan dan minuman tersebut dapat menyebabkan kembung dan resistansi air dalam tubuh, sehingga dapat memperparah nyeri haid.



Ilustrasi dari: norfaziela.com


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler