Mengenal Macam-macam Trauma Healing untuk Korban Gempa

Bandung - Gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang Lombok Utara pada 5 Agustus lalu tentu saja masih meninggalkan trauma mendalam bagi mereka yang mengalaminya secara langsung. Baik bagi orang dewasa, maupun pada anak-anak yang kondisi emosionalnya belum stabil.

Trauma pada korban bencana alam tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Agar para korban bisa melanjutkan kehidupannya secara normal tanpa dihantui rasa takut. Oleh karena itu, dibutuhkan trauma healing atau pemulihan trauma pasca terjadinya gempa bumi.

Ada banyak cara yang bisa ditempuh dalam melakukan trauma healing. Pada anak-anak, trauma healing dapat dilakukan dengan beberapa metode, pertama melalui play therapy, lewat metode ini anak-anak diajak untuk mengatasi traumanya melalui media permainan.

Dengan mengajak mereka bermain bisa membantu mengalihkan fokus anak dari situasi tidak kondusif menjadi menerima situasi yang sedang ia hadapi saat ini. Untuk metode lainnya, bisa dilakukan lewat tari. Dengan tari, anak-anak dapat mengekspresikan emosi yang ada di dalam dirinya.

Baca juga: Lakukan Ini untuk Hilangkan Stres Setelah Bekerja

Sedangkan pada orang dewasa, trauma healing dapat dilakukan dengan cara konseling. Trauma healing pada orang dewasa biasanya lebih mudah dilakukan, karena mereka bisa dengan mudah mengekspresikan apa yang dirasakannya secara verbal.

Dengan cara konseling, trauma yang dialami oleh korban diharapkan bisa sedikit berkurang. Selain dengan cara konseling, bisa juga dilakukan dengan metode Tapas Acupressure Technique (TAT), yaitu metode terapi yang dilakukan dengan cara menyentuh secara ringan beberapa titik akupuntur di kepala sambil mengarahkan perhatian pada masalah yang ingin dihadapi.

Trauma healing menjadi salah satu kebutuhan vital bagi para korban bencana gempa bumi. Dengan trauma healing korban diharapkan bisa benar-benar sembuh dari traumanya dan bisa menjalani kembali kehidupannya sebagaimana sebelum mengalami bencana gempa bumi.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler