Diabetes Bisa Dicegah dan Dikendalikan, Yuk Cari Tahu Caranya!

Bandung - Banyak orang beranggapan diabetes sebagai penyakit yang mengerikan dan dapat mengubah hidup seseorang. Tapi, ada kabar baik, ternyata diabetes dapat dicegah. Bahkan, diabetes bisa dikendalikan bagi mereka yang terlanjur mengidapnya.

"Apabila sudah kadung terkena diabetes, jangan patah semangat. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara menormalkan gula darah melalui memperhatikan asupan kalori makanan dan minuman, rutin berolahraga, dan obat-obatan," kata Kasub Divisi Endokrin dan Penyakit Metabolisme SMF Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Hikmat Permana.

Deteksi dini dan pemeriksaan ke dokter ahli sangat disarankan. Sehingga, mereka yang berpotensi terkena diabetes bisa terhindar dari penyakit itu. Bahkan, mereka yang sudah terlanjur mengalami diabetes bisa langsung ditangani sebelum bertambah parah.

"Deteksi dini adalah langkah cerdas untuk pencegahan diabetes. Sementara seseorang yang kemudian (sudah) menderita diabetes dapat langsung mendapat penanganan dan pengobatan," jelas Hikmat.

Secara umum, Hikmat mengatakan ada empat tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes saat hamil, dan diabetes tipe lain. Kejadian paling banyak yang dialami masyarakat adalah diabetes tipe 2.

Gejala diabetes tipe 2 sering tidak disadari oleh penderitanya. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan asupan makanan yang cenderung banyak, selalu haus, sering kencing dan berat badan turun.

Yang berisiko terkena diabetes tipe ini adalah yang memiliki riwayat keluarga diabetes, minimal berusia 35 tahun, memiliki riwayat hipertensi, berbadan gemuk, dan pernah melahirkan bayi dengan berat badan yang tinggi.

Dalam kondisi normal, tubuh akan mengeluarkan insulin saat makan berlebih dan mengakibatkan gula darah turun. Pada diabetes tipe 2, insulin justru mempunyai respon yang almban.

Saat makan, gula darah akan meninggi, tapi insulinnya tidak bekerja. Akibatnya, gula darah dalam tubuh tetap tinggi.

"Hal ini yang menjadi penyebab terjadinya komplikasi yang dapat mengenai semua organ tubuh. Sehingga tidak salah bila ada ungkapan bahwa penyakit ini sangat menakutkan," tutur Hikmat.

Secara umum, di Indonesia kasus penderita diabetes lebih banyak terjadi pada perempuan akibat pola hidup. Sebab, kebanyakan perempuan Indonesia tidak bekerja alias lebih banyak diam di rumah. Secara aktivitas, kaum perempuan lebih sedikit dari kaum laki-laki.

Faktor penyebab lainnya adalah kehamilan. Sebab, kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Jika bayi yang dilahirkan beratnya di atas 3,5 kilogram, sang ibu dan bayi berisiko menderita diabetes.

Nah, sekarang setelah tahu pengetahuan soal diabetes, tidak ada salahnya TemanBaik memeriksakan diri ke dokter, baik untuk pencegahan maupun pengobatan. Yuk, periksakan diri sebelum terlambat!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler