Kenali Obat Asli, Laporkan ke Sini Jika Temukan yang Palsu

Bandung - Penggunaan obat memang disarankan untuk anda yang sedang sakit. Tapi, TemanBaik perlu waspada terhadap obat-obatan palsu yang beredar. Sebab, obat palsu bisa membahayakan mereka yang mengonsumsinya. Bahkan, obat palsu bisa membuat penyakit bertambah parah atau terburuknya menyebabkan kematian.

Dilansir dari laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat palsu adalah obat yang diproduksi pihak yang tidak berhak memproduksinya. Sebab, ada beragam aturan, administrasi, hingga perizinan yang harus dijalankan pabrik atau pihak pembuat obat.

BPOM pun memberikan cara untuk mengenali obat yang asli atau sesuai aturan. Pertama, obat asli diproduksi oleh industri farmasi dengan alamat jelas. Industri dan alamat pembuat obat biasanya tercantum pada kemasan obat.

Kedua, obat asli memiliki nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, nomor bets, dan identitas produk lainnya. Ketiga, untuk obat-obatan tertentu biasanya hanya dijual di sarana resmi, seperti rumah sakit, puskesmas, dan toko obat berizin.

Jika TemanBaik menemukan adanya obat palsu atau obat diduga palsu, sebaiknya hindari mengonsumsi obat tersebut. Ciri-cirinya jelas tidak sama dengan penjelasan di atas.

TemanBaik sebaiknya juga melaporkannya agar agar BPOM segera mengambil tindakan. Selain itu, pelaporan akan dapat mencegah orang lain menjadi korban akibat obat palsu tersebut.

Sarana pelaporan bisa dilakukan melalui laman resmi BPOM yaitu www.pom.go.id. Petugas BPOM akan segera memberikan respon atas pelaporan anda maksimal satu jam setelah pelaporan dilakukan. Untuk tindak lanjut pelaporan, akan diselesaikan BPOM maksimal dalam 10 hari kerja.

Sarana pelaporan juga bisa dilakukan melalui Concat Center HaloBPOM melalui 1500533 untuk telepon dan 08121999533 untuk SMS atau pesan singkat. Pelaporan juga bisa dilakukan melalui email halobpom@pom.go.id. Media sosial juga bisa digunakan untuk melapor yaitu Bpom RI (Facebook) dan @bpom_ri (Twitter).

Ada lima poin yang harus dicantumkan secara lengkap dalam pelaporan, yaitu identitas konsumen atau pemohon berupa nama, nomor telepon, email, pekerjaan, dan nomor KTP. Kedua, sebutkan identitas produk obat yang diadukan.

Ketiga, sertakan informasi yang dibutuhkan terkait obat yang diduga palsu. Keempat, sebutkan tujuan permintaan informasi. Terakhir, sebutkan lokasi dan waktu terjadinya masalah yang diadukan.

Nah, sekarang TemanBaik harus lebih waspada saat membeli obat dan jangan lagi sembarangan mengonsumsinya. Jaga kesehatan dan hati-hati ya TemanBaik!


Foto ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler