Belajar Menghargai Diri Sendiri Bersama 'Kamu Cantik Project'

Bandung - Berawal dari tugas mata kuliah Sosial Marketing, lima mahasiswi jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadaran (Unpad) membuat sebuah proyek pada 27 September 2018. Proyek bernama Kamu Cantik Project itu merupakan kampanye sosial yang bertujuan menghilangkan stigma negatif terhadap bentuk tubuh seseorang. Bentuk tubuh yang kerap dikomentari tidak baik, bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman. Bagi kelima founder sekaligus pengelola ini, hal itu menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Ketika ditemui BeritaBaik di lingkungan Unpad, Naya Defisa, Monica Kristiani Widhawati, Nadhira Nur Amalina, Vidiasmara, dan Mutia Rahmi bercerita tentang 'Kamu Cantik Project' secara bergiliran. Mereka mengatakan, mereka sepakat memilih isu body shaming untuk konten karena pernah memiliki pengalaman pribadi. Isu itu juga, kata Naya, dipilih karena merupakan isu yang dekat dengan perempuan dan hampir pasti dialami para perempuan.

"Lewat 'Kamu Cantik Project', kami ingin mereka bisa menguatkan diri sendiri ketika ada yang melakukan body shaming, memberi pengetahuan kepada orang-orang yang sering melakukan body shaming bahwa itu tidak baik, dan menyadarkan bahaya body shaming," jelas Naya. Menurut Vidiasmara, ada sebagian orang yang mungkin tidak sadar ucapannya termasuk body shaming yang bisa menimbulkan efek negatif sehingga perlu diedukasi.

Nama 'Kamu Cantik Project' dipilih karena para founder percaya setiap perempuan cantik dengan caranya masing-masing. "Kami juga ingin memberi pujian dan mengingatkan kepada followers ketika membaca nama akun kami, bahwa 'kamu itu cantik'", ucap Naya. "Bahkan perempuan bukan hanya menjadi korban, tapi menjadi pelaku body shaming juga ke diri sendiri," kata Vidiasmara. Monica mencontohkan, perilaku body shaming ke diri sendiri bisa dengan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain atau mengejek diri sendiri saat bercermin.

Mereka memanfaatkan Instagram dan official account Line untuk menyebarkan konten terkait body shaming. Misalnya, di laman Instagram @kamucantikproject, beberapa infografis telah diunggah, salah satunya postingan berjudul 'Fenomena Kepercayaan Diri Perempuan Indonesia'. Selain itu, ada pula hasil riset yang relevan dengan isu body shaming, seperti dalam postingan 'Tingkat Kepercayaan Diri Perempuan Indonesia Berdasarkan Usia'.

Sementara itu, melalui official account Line, Kamu Cantik Project rutin menyebarkan kutipan-kutipan positif yang didesain sedemikian rupa agar menarik. Selain membuat dan mengunggah konten, Kamu Cantik Project juga aktif menggunakan berbagai fitur di Snapgram untuk berinteraksi dengan followers. Dari respon followers yang disimpan di fitur Highlight, mereka senang dengan keberadaan Kamu Cantik Project karena merasa tidak sendiri dalam menghadapi pergulatan body shaming.

Kini, Kamu Cantik Project tidak sekedar diproyeksikan sebagai tugas untuk mendapatkan nilai. "Awalnya untuk tugas kuliah, tapi melihat responnya bagus, jadi kami semangat bikin konten yang ga sekedar buat tugas," ucap Naya. Naya dan kawan-kawan tidak menyangka akan mendapat feedback yang positif. Hal itu terbukti dengan banyaknya kiriman curhatan dan ucapan terima kasih dari para followers di Instagram yang kini telah mencapai angka seribu enam ratus.

"Ternyata responnya seantusias itu. Mereka suka kirim chat, curhat tentang pengalaman body shaming. Jadi kalau ga dilanjutin, sayang juga, dan kami ngerasa punya tanggung jawab moral," ucap Monica. "Ada juga followers yang nanya apakah Kamu Cantik Project ada grup, forum diskusi, atau pertemuan," tambah Naya. Selain sambutan yang positif dari followers, dukungan dari para influencer di Instagram pun menambah semangat Naya dan kawan-kawan.

Meski baru dilakukan secara online saja, mereka berharap bisa melakukan kampanye secara langsung dan nyata. Mereka juga berencana merambah medium lain, seperti YouTube. "Kami juga ingin menampilkan dan bertanya kepada pakar, agar konten kami tidak sekedar kumpulan opini, tapi ada pandangan dari pakar," tutur Naya. Monica berpendapat, followers akan bertambah sendiri jika konten yang diberikan adalah konten yang baik dan bermanfaat.

Menurut Nadhira, Kamu Cantik Project ingin mendefinisikan kecantikan dengan 'beauty is you' karena kecantikan tidak bisa didefinisikan oleh orang lain kecuali diri sendiri. Nadhira menambahkan, mereka berharap apa yang dibagi Kamu Cantik Project bisa bermanfaat dan para perempuan sadar bahwa mereka bisa cantik apa adanya tanpa standar tertentu. "Melakukan body shaming itu tidak baik karena bisa berdampak ke kepercayaan diri dan kesehatan mental seseorang," ucap Mutia.

Lia Elita



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler