Mengenal Triple Burden di Dunia Kesehatan dan Solusinya

Bandung - Di dunia kesehatan, khususnya di Indonesia, kini dihadapkan pada tantangan triple burden. Ada tiga hal di dalamnya, yaitu penyakit menular, penyakit tidak menular, dan penyakit yang seharusnya bisa dicegah atau diatasi.

Penyakit menular itu di antaranya ISPA, TBC, dan HIV/AIDS. Sedangkan penyakit tidak menular di antaranya hipertensi, diabetes, dan stroke. Sementara penyakit yang seharusnya bisa dicegah, salah satunya melalui imunisasi, di antaranya polio, campak, dan rubella. Bahkan, angka kematian ibu, bayi, hingga gizi kurang dan gizi buruk sebenarnya bisa diantisipasi.

Berbagai penyakit itu pun cukup banyak diidap masyarakat Indonesia. Koordinator Diklat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bandung Cucu Rumijati mengungkap penyebabnya. Apa itu?

"Makin ke sini (penyakit) itu makin banyak (diidap masyarakat) karena faktor gaya hidup," kata Cucu di sela Seminar Kesehatan 'Peran Tenaga Kesehatan dalam Mengubah Perilaku Masyarakat Demi Menurunkan Angka Kejadian Triple Burden Desease di Indonesia' di RSP Unpad, Kota Bandung, Sabtu (15/12/2018).

Gaya hidup itu di antaranya konsumsi makanan cepat saji, merokok, serta berbagai hal negatif lainnya. Karena itu, masyarakat diharapkan melaksanakan pola hidup sehat. Mulai dari konsumsi makanan, sayur, buah-buahan, hingga asupan nutrisi dan vitamin lainnya. Olahraga juga jadi salah satu faktor penting untuk menjaga agar tubuh tetap fit.

Pemeriksaan lebih dini juga disarankan dilakukan untuk mengetahui penyakit yang dirasakan. Tujuannya agar saat terjangkit suatu penyakit, pengobatannya bisa dilakukan lebih dini. Jangan menunggu sampai parah!

Langkah lainnya, imunisasi juga sangat penting untuk bayi dan anak-anak. Sehingga, orangtua diharapkan tidak lagi memiliki kekhawatiran jika anaknya diimunisasi karena takut anaknya mengalami panas atau dampak lainnya.

"(Ada anggapan di masyarakat) buat apa imunisasi kalau setelah itu panas. Ada juga yang beranggapan orang-orang zaman dulu juga enggak diimunisasi tapi sehat-sehat saja. Padahal kondisi dulu dan sekarang berbeda," jelas Cucu.

Untuk mengatasi hal itu, edukasi kepada masyarakat dirasa perlu terus digencarkan, terutama oleh pemerintah. Tapi, para tenaga kesehatan juga memiliki peran penting untuk bersentuhan langsung dan melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Di puskesmas atau posyandu misalnya, para tenaga kesehatan harusnya memberikan penjelasan soal pentingnya imunisasi. Masyarakat harus diberikan pemahaman. Misalnya, jika anak panas setelah imunisasi, harus dijelaskan bahwa itu merupakan tanda bahwa obatnya bekerja.

Sebaliknya, masyarakat pun harus terbuka menerima informasi dan sosialisasi. Misalnya saat petugas puskesmas atau posyandu datang ke rumah, jangan dulu berpikir negatif. Padahal, mereka akan memberikan sosialisasi tentang berbagai hal seputar kesehatan.

"Kalau ada petugas kesehatan datang, jangan hanya berpikir mereka datang untuk mengobati. Tujuan mereka adalah untuk mencegah (penyakit)," tutur Cucu.

General Manager Fit Radio sekaligus panitia peminar tersebut Hilman Sobara mengatakan seminar itu sengaja digelar sebagai edukasi bagi para tenaga kesehatan, di antaranya perawat dan bidan. Harapan besarnya, mereka diharapkan menjadi ujung tombak untuk mengatasi triple burden di masyarakat.

"Kita mau memberikan pencerahan kepada mereka supaya ke depan bisa lebih baik lagi dalam menjalankan tugasnya di bidang kesehatan," ujar Hilman.



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler