Pola Makan Mediterania Jadi Diet Terbaik untuk 2019, Seperti Apa?

Bandung - Awal Januari ini, U.S. News  & World Report menobatkan diet Mediterania sebagai diet terbaik untuk 2019. Seperti apa sih metode diet Mediterania ini?

Dua tahun berturut-turut sejak 2018, diet yang terinspirasi dari pola makan orang-orang kawasan Mediterania ini dianggap sebagai diet terbaik. Berdasarkan American Journal of Clinical Nutrition, ciri-ciri diet mediterania adalah mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran, minyak zaitun, produk susu olahan, sereal, kacang-kacangan, ikan dan unggas.

Dalam rilisnya, U.S. News & World Report menyatakan diet Mediterania dapat membantu memperpanjang umur dan menangkal penyakit kronis. Diet ini juga dianggap sebagai diet yang paling mudah untuk diterapkan, dan diet terbaik untuk kesehatan jantung. Maka itu, diet Mediterania mampu mengungguli 40 jenis diet lainnya.

Tidak hanya menyehatkan secara fisik, diet Mediterania juga dapat menyehatkan mental. Dilansir dari Outside Online, Profesor Psikiatri di Columbia University Drew Ramsey menyatakan, diet Mediterania memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental karena membantu melawan inflamasi. Inflamasi mempengaruhi proses perbaikan diri otak manusia.

Diet ini juga dapat meningkatkan bakteri usus yang mempengaruhi depresi. "Ada hubungan antara usus dan otak yang memainkan peran kunci dalam kesehatan mental. Sumbu ini dimodulasi oleh bakteri gastrointestinal, yang dapat diubah oleh pola makan kita," kata Camille Lassale, peneliti di University College London, dalam salah satu artikel Health Line.

Berdasarkan riset yang dilakukan Lassale, orang yang menerapkan pola makan yang mirip dengan diet Mediterania memiliki resiko 33 persen lebih rendah terkena depresi.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler