Anak yang Biasa Bilingual Sejak Kecil Ternyata Lebih Fokus Loh

Bandung - Bayi yang terbiasa terpapar dua bahasa sejak kecil dipercaya memiliki perkembangan yang unggul dalam memperhatikan. Hal itu merupakan temuan riset York University, Toronto, Kanada, yang dipublikasikan Januari lalu. Dikutip dari laman York University News, tumbuh di rumah yang menggunakan dua bahasa dapat menguntungkan bayi sejak berusia enam bulan.

Dalam studi itu, bayi yang terpapar lebih dari satu bahasa menunjukkan kontrol perhatian yang lebih baik dibanding bayi yang hanya terpapar satu bahasa. Studi ini menunjukkan, bahasa dapat mempengaruhi perkembangan dan mempercepat atau bahkan meningkatkan kemampuan bayi untuk memperhatikan.

Menurut Ellen Bialystok, salah satu peneliti sekaligus profesor di Departemen Psikologi York University, yang membedakan dua jenis bayi yang diteliti adalah sistem perhatian mereka yang nantinya digunakan untuk fokus terhadap bahasa.

"Studi ini memberi tahu kita bahwa dari tahap perkembangan paling awal, jaringan yang menjadi dasar untuk mengembangkan perhatian terbentuk secara berbeda pada bayi yang dibesarkan dalam lingkungan dua bahasa. Mengapa hal itu penting? Karena perhatian adalah dasar untuk semua kognisi," jelasnya.

Melalui dua studi yang terpisah, para peneliti mengukur gerakan mata bayi untuk menilai perhatian dan pembelajarannya. Sebagian bayi dibesarkan dalam lingkungan yang hanya menggunakan satu bahasa, sementara yang lainnya dibesarkan dalam lingkungan yang menggunakan dua bahasa.

Baca Ini Juga Yuk: Mau Asuh Anak Pakai Gaya Montessori? Pelajari Ini Dulu Yuk!

Bayi-bayi itu diperlihatkan gambar ketika mereka berbaring di tempat tidur yang dilengkapi dengan kamera dan layar. Gerakan mata mereka dilacak dan direkam ketika mereka menyaksikan gambar muncul di atas mereka, di berbagai area layar. Pelacakan dilakukan 60 kali untuk setiap bayi.

Dalam studi pertama, bayi melihat satu dari dua gambar di tengah layar diikuti oleh gambar lain yang muncul di sisi kiri atau kanan layar. Bayi-bayi itu belajar untuk mengantisipasi jika misalnya gambar merah muda dan putih muncul di tengah layar, akan diikuti oleh gambar target yang menarik di sebelah kiri. Jika gambar biru dan kuning muncul di tengah, maka target akan muncul di sebelah kanan. Semua bayi bisa mempelajari aturan ini.

Dalam studi kedua, para peneliti mengubah aturan di tengah eksperimen. Ketika mereka melacak pergerakan mata bayi, mereka menemukan bahwa bayi yang terpapar lingkungan dua bahasa lebih baik dalam mempelajari aturan baru dan mengantisipasi di mana gambar target akan muncul.

"Mereka pada akhirnya akan mengantisipasi gambar yang muncul di sebelah kanan, misalnya, dengan membuat gerakan mata bahkan sebelum gambar itu muncul di sebelah kanan. Apa yang kami temukan, bayi yang dibesarkan dalam lingkungan dua bahasa mampu melakukannya dengan lebih baik setelah aturan dialihkan," papar Scott Adler, peneliti lainnya.

Riset ini menunjukkan, pengalaman pada masa awal pertumbuhan memiliki pengaruh pada perkembangan dan kemampuan bayi. Kemampuan memperhatikan penting untuk berbagai aspek pembelajaran. Selain itu, lingkungan dua bahasa dapat memberi manfaat kognitif untuk jangka panjang.


Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler