Ini Alasan Kamu Lebih Cepat Baper Saat Mencium Aroma

Jember - Pernah enggak TemanBaik, tiba-tiba langsung teringat sebuah momen khusus atau bahkan mendadak bawa-bawa perasaan alias baper karena mencium sebuah aroma spesifik?

Sekarang, coba ingat-ingat lagi. Kalau dibandingkan saat mendengar sebuah lagu, melihat film, membaca buku, atau kegiatan yang lainnya, ingatan jauh lebih cepat muncul ketika saraf indra penciuman menangkap aroma tertentu, kan? Hal ini bukannya tanpa alasan, loh.

Perlu TemanBaik ketahui, penciuman adalah indra paling sekaligus paling dasar di antara indra yang lainnya. Bahkan paling tidak, ada 1.000 tipe reseptor aroma berbeda yang bergenerasi terus menerus. Uniknya, kerap kali meski bisa membedakan antara aroma yang satu dengan yang lain, kamu justru tidak bisa mendeskripsikannya secara detail lewat kata-kata tanpa perlambangan.

Baca Ini Juga Yuk: 5 Keharuman Minyak Esensial yang Bantu Redakan Sakit Kepala

Lantas, bagaimana hubungan antara emosi, memori, dan aroma? Ada sebuah bagian dari saraf pusat yang bernama olfactory bulb. Nah, bagian ini akan memproses aroma yang terhirup. Adapun olfactory bulb sendiri memiliki koneksi langsung pada area otak yang sangat berperan penting dalam memori dan emosi manusia, yakni amygdaladan hippocampus.

Rachel Sarah Herz dari Brown University pun melakukan studi terkait hubungan aroma dan bagian otak yang telah disebutkan. Melalui pemeriksaaan MRI pada partisipan, ditemukan bahwa adanya peningkatan aktivitas pada area amygdaladan hippocampus. Aktivitas tersebut pun lebih besar saat partisipan diberikan pemicu berupa aroma dibandingkan gambar.

Penelitian terhadap topik ini pun terus berlanjut. Artin Arshamian dari Karoline Instituet misalnya, menemukan bahwa aktivitas di sistem limbik dan area otak yang terkait dengan kejelasan visual seseorang terjadi lebih besar saat dipicu oleh aroma dibandingkan perkataan.

Jadi sekarang tahu kan kenapa parfum si dia bisa bikin baper?


Foto: Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler