5 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Jember - TemanBaik pasti sudah paham betul tentang pentingnya kesehatan. Tidak perlu penyakit yang berisiko tinggi, gangguan seperti pusing, flu, dan batuk yang 'sehari-hari' saja pasti terasa dampaknya dalam aktivitas sehari-hari.

Hanya saja, arti penting kesehatan masih banyak dipahami sebatas teori. Padahal, menjadi sehat dan meningkatkan sistem imun tubuh juga bisa dilakukan dengan kebiasaan sederhana seperti berikut, lho!

Perbanyak Tertawa
Eits, bukan tertawa tanpa alasan lho, ya! Maksudnya, kamu bisa jadi pribadi yang lebih terbuka dengan lelucon—tidak terlalu murung dan menjadi 'emo'.

Tertawa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun sekaligus mood. Kadar antibodi dalam darah dan leukosit menjadi naik sehingga memberikan perlawanan terhadap bakteri dan virus lebih baik.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk Tingkatkan Kesehatan Mental Kamu dengan Cara Sederhana Ini

Memilih Lemak yang Bersahabat
Bagaimanapun, lemak dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel serta memproduksi hormone prostaglandin yang membantu mengatur respon sistem antibodi tubuh terhadap infeksi. Karena itu, bahkan saat berusaha menurunkan berat badan pun, kamu tetap membutuhkan senyawa ini.

Hanya saja, pilih lemak yang baik untuk tubuh. Cobalah mengganti sumber lemak hewani dengan nabati. Hal ini akan membantu leukosit memerangi bakteri. Selain itu, hindari pula lemak trans yang banyak digunakan pada makanan olahan.

Perbanyak Konsumsi Vitamin C
Jeruk adalah sumber vitamin C yang sangat baik untuk tubuh. Harganya pun relatif murah dan bisa kamu temukan dengan cukup mudah—di pasar tradisional bahkan pedagang buah pinggir jalan.

Vitamin C sendiri sangat berperan penting dalam menaikkan aktivitas fagosir yang berfungsi untuk mengenyahkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Sayangnya, tubuh tidak dapat menyimpan vitamin C, sehingga penting buatmu untuk memastikan asupan nutrisi ini terpenuhi setiap harinya.

Olahraga Rutin
Terdengar klasik, hm? Namun, mau tidak mau, kamu juga perlu untuk bergerak secara aktif setiap harinya. Toh pada dasarnya, tubuh manusia diciptakan untuk bergerak.

Olahraga akan membantu produksi sel-sel darah yang akan berperan dalam pertahanan tubuh. Berdasarkan riset, orang-orang yang rutin berolahraga dengan intensitas sedang saja selama lima sampai enam kali seminggu memiliki risiko terkena flu hingga 50% lebih kecil dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.

Istirahat yang Cukup
Nah, kalau yang satu ini TemanBaik juga tentu sudah paham, dong. Saat kamu beraktivitas dengan intens selama 90 menit, proses produksi leukosit jenis makrofag akan berhenti sesaat. Artinya, risiko terkena infeksi pada fase ini pun lebih besar.

Karena itu, seimbangkan antara aktivitas dengan waktu istirahat harian. Hindari kebiasaan mengakumulasi di belakang—lembur terus menerus pada hari kerja dan balas dendam dengan tidur seharian di akhir pekan.

Mudah, kan? Kalau bisa dicegah dengan mudah, kenapa harus diobati dengan berkorban materi? J



Sumber gambar: unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler