4 Alasan Mengapa Telat Menikah Justru Lebih Menguntungkan

Bandung - Masuk usia 25 tahun, kelompok lajang biasanya bakal dikejar pertanyaan teror 'kapan nikah?'. Bahkan enggak jarang pertanyaan ini malah bikin si lajang muak dan stres. Padahal, menikah muda atau lebih cepat bukanlah keharusan. Apalagi jika alasannya hanya menghindari supaya tak lagi diteror pertanyaan 'basa-basi' yang mengganggu ini.

Menikah pada saat siap itu baru pilihan, bukannya karena usia. Nah, beritabaik punya lima alasan nih supaya TemanBaik tidak gegabah menikah hanya karena takut dicap perawan tua atau bujang lapuk. Karena menikah pada usia yang lebih matang malah punya banyak keuntungan loh. Apa saja?

1. Dewasa dan Matang Emosi
Menikah muda memang seru dan menyenangkan, tapi juga tak jarang pasangan muda masih belum matang secara emosi sehingga mereka kerap masih egois. Sementara jika kamu menikah pada usia yang matang, biasanya kemampuan untuk menata emosi sudah jauh lebih pandai sehingga menghindari pertengkaran-pertengkaran yang tak perlu saat menikah.

Baca Ini Juga Yuk: Ruginya Tidak Punya KTP, Salah Satunya Tidak Bisa Menikah di KUA!

2. Puas Eksplorasi Diri
Setelah menikah dan punya anak banyak pasangan yang terbebani dengan tanggungjawab sebagai suami atau istri serta orang tua. Akibatnya, ada keinginan atau cita-cita yang akhirnya harus dikesampingkan seperti meneruskan pendidikan, traveling atau sekadar menekuni hobi. Nah, untuk itu bagi TemanBaik yang tak buru-buru menikah akan punya banyak waktu dan kesempatan untuk mencapai semuanya. Sehingga saat menikah bisa fokus pada tanggungjawab tanpa merasa belum puas mengeksplor diri.

3. Ekonomi Stabil
Banyak loh yang menikah hanya karena keinginan padahal belum punya bekal cukup. Termasuk kondisi ekonomi yang mendukung, mungkin karena mengira cinta saja sudah cukup. Padahal kenyataannya penyebab perceraian banyak disebabkan karena faktor ekonomi. Makanya, lebih baik menikah saat pekerjaan atau bisnismu sudah stabil.

4. Mantap dengan Pilihan
Di masa muda, kita kerap memilih pasangan karena perasaan sesaat saja. Belum punya banyak pertimbangan dan belum tahu sepert apa dunia rumah tangga yang akan dihadapi. seiring dewasanya usia dan pemikiran, TemanBaik akan lebih selektif dalam memilih pasangan.

Bagaimana TemanBaik, sudah lebih tenang kan menghadapi teror pertanyaan 'kapan nikah?'. Ingat, pernikahan itu bukan sebuah prestasi jadi tak perlu berlomba-lomba. Yang terpenting adalah kebahagiaan dari dalam hati. Setuju kan?


Foto: Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler