Mau Menikah di Luar Negeri? Catat Syarat Administrasinya

Bandung - Mengurus persiapan pernikahan memang bukanlah hal yang mudah. Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Apalagi nih buat TemanBaik yang berencana untuk menikah di luar negeri. Tapi enggak perlu khawatir kok, dengan mengetahui cara-caranya kamu bisa mengurusi pernikahan di luar negeri dengan lancar. 

Caranya adalah dengan melakukan syarat administras pernikahan di luar negeri. Persyaratan administrasi untuk menikah di luar negeri memiliki perbedaan dengan menikah di dalam negeri. Hal yang membedakan adalah beberapa persyaratan dan proses administrasi yang dilakukan di kedutaan besar negara yang hendak dituju.

Untuk proses administrasi, kamu harus mempersiapkan surat izin dari orangtua atau wali dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang dibuat Polres. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan surat pernyataan belum pernah menikah.  Bagi kamu yang telah berstatus janda atau duda dapat melampirkan Surat Keterangan Belum Menikah Lagi yang bermaterai Rp 6.000. Jangan lupa menyertakan juga dengan fotokopi Akta Cerai dan memperlihatkan akta aslinya.

Selanjutnya, kamu harus menyiapkan surat pengantar dari RT dan RW tempat domisili sesuai KTP serta surat pengantar dari Lurah atau Kepala Desa. Kamu juga harus menyiapkan paspor, fotokopi KTP dan fotokopi Kartu Keluarga.

Kalau dokumen-dokumen yang diperlukan sudah kamu siapkan, paling tidak satu langkah terpenuhi, yaitu validasi dari hukum Indonesia. Validasi dilakukan dengan mencatatkan perkawinan pada instansi yang berwenang di negara setempat yang kemudian dilaporkan pada perwakilan Indonesia di negara tersebut.

Supaya pernikahanmu juga diakui oleh negara Indonesia, kamu harus mendaftarkan surat bukti perkawinan di Kantor Urusan Agama Kecamatan di tempat tinggal (bagi yang muslim) atau Kantor Catatan Sipil (bagi yang non-muslim).

Jangan lupa untuk melampirkan berkas-berkas seperti surat keterangan dari kepala desa atau lurah tempat tinggal, paspor beserta fotokopinya dan akta perkawinan sekaligus terjemahan resmi yang dilegalisasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) paling lambat dalam waktu 30 hari sejak kamu kembali ke Indonesia.

Nah sekarang sudah tahu dong apa saja syarat administrasi yang dibutuhkan untuk menikah di luar negeri? Jangan sampai ada yang terlewat ya TemanBaik, semoga rencana menikah di luar negeri berjalan lancar.


Foto: Pexels 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler