Waspadai 4 Penyakit yang Bisa Memicu Insomnia

Jember - Insomnia merupakan salah satu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur—baik dalam jadwal yang semestinya, kurang nyenyak, maupun keduanya. Dalam keadaan yang kronis, seseorang bisa saja sama sekali tidak dapat tidur yang berakibat pada penurunan produktivitas.

Nah, insomnia sendiri dapat menyerang siapa saja tanpa membedakan golongan usia maupun gender tertentu. Faktor penyebabnya juga beragam, mulai dari kebiasaan tidur yang buruk, stres, perjalanan, hingga gangguan kesehatan seperti berikut ini.

Asam Lambung
Menurut The National Sleep Foundation, penyakit asam lambung yang juga dikenal dengan sebutan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) diderita oleh sebanyak lima hingga delapan persen penduduk seluruh dunia.

Saat penyakit ini muncul, asam dari perut akan kembali naik ke esofagus dan menyebabkan sensasi terbakar pada sekitar ulu hati. Situasi ini meningkatkan risiko insomnia dan mengganggu tidur sebab asam lambung lebih sering terjadi pada saat penderita berbaring.

Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi sangat berpotensi berdampak pada gangguan jantung maupun stroke bila tidak ditangani. Namun, mengobati tekanan darah tinggi sendiri juga bukannya tampak efek samping.

Beta blockers, golongan utama obat yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi rupanya juga menghambat produksi melatonin. Akibatnya, penderita akan lebih cenderung mengalami insomnia, terbangun tiba-tiba, atau bahkan memiliki mimpi buruk.

Asma
Seseorang yang mempunyai riwayat asma juga mempunya risiko iritasi bronkial yang lebih tinggi. Ketika kondisi ini menyerang, penderita pun jadi lebih sering terbangun di malam hari untuk batuk atau lantaran saluran udara yang terasa membengkak atau tercekat.

Di samping itu, obat-obatan untuk mengatasi asma juga boleh jadi penyebabnya. Antihistamin yang digunakan untuk melawan reaksi histamin atas sistem imun dapat mengganggu ritme sirkadian dan membuat penderita susah tidur.

Masalah pada Tiroid
Baik aktivitas kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hyperthyroidism)maupun kurang aktif (hypothyroidism), keduanya sama-sama dapat membuat kualitas tidur penderitanya menjadi berkurang.

Hyperthyroidismdapat menyebabkan insomnia sebab produksi hormone tiroid menjadi berlebihan sehingga membuat seluruh hal yang berhubungan dengan fungsi ini juga terakselerasi. Sementara itu, hypothyroidismdapat menyebabkan insomnia sebab jumlah hormon tiroid yang di bawah standar akan memperlambat metabolisme, meningkatkan rasa lelah, dan menaikkan tingkat risiko sleep apnea.

Siapa pun tentu tidak ada yang berharap untuk mengalami susah tidur maupun gangguan kesehatan apa pun. Karena itu, selalu jaga kesehatan dan jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa konsultasi dan resep dokter, ya!



Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler