Mengenal Digital Nomad, Profesi Unik di Era Digital

Jember - TemanBaik pernah mendengar istilah digital nomad? Sejak tahun 2017, frasa ini menjadi cukup populer meski mayoritas masih berkembang di kota-kota besar dan kelompok tertentu saja.

Berasal dari gabungan dua kata yakni digital dan nomaden, digital nomad juga dapat diartikan secara harfiah. Digital nomad merupakan istilah bagi orang-orang yang bekerja secara lepas tanpa terikat waktu dan tempat dengan memanfaatkan teknologi digital.

Nah, karena tidak harus berada di dalam kantor secara fisik, mereka pun mengombinasikan kerja dan liburan. Umumnya, dengan bermodalkan laptop dan perangkat pendukung lain, mereka akan pergi ke kota bahkan negara lain untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus jalan-jalan. Seru, kan?

Bila membutuhkan tempat-tempat yang cukup kondusif, biasanya digital nomad akan mencari coworking space di lokasinya sedang berada. Namun, tidak jarang juga mereka bahkan menyelesaikan pekerjaannya mulai di kamar penginapan hingga pantai, loh!

Sepintas, menjadi seorang digital nomad memang impian. Namun, setiap impian pun memerlukan harga yang perlu dibayar untuk mewujudkannya.

Baca Ini Juga Yuk: Catat! 8 Hal yang Sebaiknya Enggak Perlu Ada di CV Kerja

Biasanya, seorang digital nomad merupakan seorang freelancer yang berprofesi sebagai penulis, perancang grafis, videografer, influencer, YouTuber, dan sebagainya. Selain itu ada juga entrepreneur yang menggerakkan timnya secara remote alias jarak jauh, jasa profesional independen seperti konsultan, pekerja industri kreatif, dan lain-lain.

Dari sini saja, kamu tentu tahu bahwa setidaknya kamu harus mempunyai keahlian khusus yang tidak main-main dan cukup berani untuk lepas dari 'kemapanan' berupa ketetapan gaji yang biasa diberikan perusahaan setiap bulannya.

Di Indonesia sendiri, digital nomad masih dianggap sebagai hal yang kurang menjanjikan. Lagi-lagi, hal ini dikarenakan pikiran kalau digital nomad yang relatif harus mandiri terhadap pemasukan yang akan diterimanya setiap bulan lebih menantang dan berisiko dibandingkan pekerja kantoran yang sudah pasti mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan.

Tren menjadi seorang digital nomad sejauh ini menunjuk ke arah yang positif. Berita baiknya lagi, beberapa perusahaan pun kini telah memberikan fasilitas kepada karyawannya untuk bekerja secara remote (meski tidak 100 persen), sehingga mereka pun bisa mencicipi pula keseruan menjadi digital nomad.

Tertarik untuk menjadi digital nomad?


Foto: Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler