Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Malaria Yuk!

Bandung - Setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia (HMS). Tanggal tersebut ditetapkan oleh World Health Assembly (WHA) pada 23 Mei 2007 di Jenewa, Swiss yang dihadiri oleh 192 negara anggota WHO.

Menurut World Development Indicators (WDI) pada tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat 42 dari 99 negara yang terserang penyakit ini. Wilayah seperti Papua, NTT, Maluku, dan Bengkulu merupakan penyumbang terbanyak angka kejadian malaria di Indonesia.

Penyakit malaria pertama kali ditemukan oleh seorang dokter militer Perancis Charles Louis Alphonse Laveran. Berkat penemuannya tersebut, Laveran mendapatkan hadiah nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1907.

Penyebab
Malaria sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang menyebar lewat gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. Parasit plasmodium adalah penyebab malaria terdiri dari empat spesies yakni plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale. Plasmodium falciparum adalah jenis yang paling ganas karena dapat menyebabkan infeksi akut yang berujung dengan kematian loh TemanBaik.

Nyamuk yang menyebarkan parasit plasmodium ini adalah nyamuk anopheles betina. Saat anopheles menggigit orang yang telah terinfeksi plasmodium, maka nyamuk akan membawa parasit tersebut kedalam tubuhnya sendiri. Selain melalui nyamuk anopheles, penularan penyakit malaria bisa juga melalui transfusi darah, jarum suntik, maupun transplantasi organ tubuh. Demikian juga penyakit malaria dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya.


Gejala
Malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah tubuh terinfeksi. Namun dalam beberapa kasus yang jarang, gejala bisa muncul bahkan satu tahun setelah gigitan nyamuk terjadi. Gejalanya antara lain munculnya demam, keringat, menggigil, kedinginan, muntah, sakit kepala, diare hingga nyeri otot. 

Cara Mencegah
Cara mencegah penyakit malaria dapat dilakukan secara eksternal dan internal. Secara eksternal dapat dilakukan dengan membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk, memakai obat nyamuk semprot, atau obat nyamuk bakar. TemanBaik juga bisa memasang kelambu di tempat tidur dan lotion anti nyamuk untuk melindungi tubuh dari sengatan nyamuk saat tidur. 

Untuk pencegahan internal kamu bisa menggunakan obat anti malaria sebagai pencegahan. Saat ini telah tersedia jenis obat anti malaria yang langsung memiliki efek atau membutuhkan waktu cukup lama. Sebaiknya, konsultasikan pada dokter beberapa minggu sebelum melakukan perjalanan ke daerah rawan malaria.  

Foto: Pexels
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler