Trik Berpuasa Bagi Anak Penderita Diabetes

Bandung - Bulan Ramadan tinggal hitungan hari, dan kita akan melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Di bulan puasa, penderita atau pasien diabetes yang ingin ikut berpuasa harus melakukan penyesuaian konsumsi makanan. Hal ini dilakukan agar kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik.

Dr. Novina Andriana, Sp.A, M. Kes selaku Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengatakan bahwa para penderita diabetes, khususnya mereka yang masih anak-anak harus benar-benar memperhatikan kondisi mereka.

"Para penderita diabetes yang berpuasa tetap harus memperhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh, melakukan monitoring gula darah, dan tetap beraktivitas fisik seperti biasanya. Anak-anak yang mau berpuasa juga tidak boleh sedang mengalami sakit yang lain seperti demam atau infeksi," ujarnya.

Penderita diabetes tentunya memiliki dosis harian tersendiri dalam mengkonsumsi obat-obatan dan makanan. Nah, saat bulan Ramadan mereka juga disarankan untuk melakukan penyesuaian dosis saat bulan puasa.

"Setelah waktu berbuka, anak-anak bisa melakukan cek gula darah dulu. Sebaiknya berbuka dengan makanan ringan atau buah-buahan dengan kadarb 10 persen. Baru setelah itu bisa makan berat dengan kadar 40 persen dari hari biasanya," paparnya.

Setelah selesai makan berat, penderita diabetes juga harus tetap harus melakukan suntik insulin. Hal ini dilakukan agar kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik walau asupan yang masuk ke dalam tubuh mengalami penyesuaian.

Sementara itu, Dr. Faisal, Sp.A, M. Kes yang juga Dokter Spesialis Anak di RSHS Bandung menjelaskan bahwa selama menjalankan puasa penderita diabetes tidak dilarang untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu, hanya saja tetap harus diperhatikan kadarnya, jangan malah jadi berlebihan.

"Yang harus diutamakan adalah jangan pernah menghentikan pemakaian insulin. Karena biasanya ketika mereka menghentikan insulin justru kadar gulanya akan meningkat. Risikonya juga akan sangat fatal. Bisa sampai koma," tegasnya.

Ia juga menyarankan jika saat berbuka, konsumsi makanan yang masuk sebaiknya hanya 50 persen dari kadar harian. Selanjutnya, setelah melaksanakan shalat tarawih bisa makan cemilan dengan kadar 10 persen, dan saat sahur nanti sebanyak 40 persen.

"Saat sahur bisa juga makan nasi, bubur, kentang pasta, kacang, susu, serta yoghurt. Yang penting harus perbanyak minum dan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Jangan sampai juga tidak sahur, karena kebutuhan penderita diabetes dengan orang biasa kan berbeda," tuturnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler