Belajar dari Ani Yudhoyono, Waspadai Gejala Kanker Darah

Istri dari Presiden keenam Indonesia Ani Yudhoyono meninggal dunia di usia 66 tahun setelah sekitar empat bulan berjuang melawan kanker darah.

Mungkin tak banyak dari TemanBaik yang tahu banyak soal kanker darah yang diidap oleh almarhumah. Ini dia pengetahun soal kanker darah yang perlu kamu tahu.

Jenis-Jenis Kanker Darah
Kanker darah atau yang juag disebut sebagai kanker hematologi merupakan kondisi yang menyebabkan fungsi sel-sel darah di dalam tubuh penderitanya terganggu. Adapun berdasarkan jenis sel darah yang diserang, berikut adalah tiga jenis kanker darah.

1. Leukemia
Leukemia merupakan jenis yang paling umum. Jenis kanker darah ini menyerang dan membuat produksi sel-sel darah putih abnormal berkembang dengan sangat cepat. Jumlah sel darah putih yang di luar kewajaran ini pun akan merusak kemampuan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah merah serta trombosit untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

2. Limfoma
Jenis kanker darah ini secara spesifik menyerang limfosit, yakni jenis sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi. Bila keseimbangannya terganggu, daya tahan tubuh penderita pun akan semakin rentan terhadap berbagai faktor berbahaya dari luar. Adapun sistem limfatik juga akan memengaruhi kelenjar getah bening, limpa, sumsung tulang, timus, dan berbagai bagian tubuh lainnya.

3. Myeloma
Terakhir adalah myeloma yang terbentuk oleh sel plasma ganas. Sel plasma merupakan sistem imun paling penting dalam tubuh dan memiliki peranan dalam tubuh untuk menghasilkan antibodi. Myeloma akan menyebabkan produksi antibodi menjadi abnormal dan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh penderitanya menjadi lemah.

Gejala Kanker Darah
Gejala kanker darah pada jenis satu dan lainnya memiliki perbedaan. Adapun secara umum, berikut adalah tanda-tanda yang dapat diperhatikan.

1. Leukemia
- Anemia
- Rentan terserang infeksi
- Nafsu makan menurun
- Sering terjadi pendarahan (mimisan, gusi berdarah, memar)
- Darah sulit membeku
- Sakit kepala yang intens
- Menggigil

2. Limfoma
- Demam dan menggigil
- Adanya benjolan di bawah kulit terutama di area ketiak, leher, atau selangkangan
- Menstruasi dengan volume darah berlebihan
- Selalu merasa lemas, lesu, tidak bersemangat
- Keringat berlebih di malam hari
- Sesak napas dan nyeri di sekitar dada
- Batuk yang tak kunjung reda
- Gangguan saraf
- Nafsu makan menurun drastis
- Berat badan merosot tanpa alasan jelas
- Nyeri pada sendi atau tulang belakang

3. Myeloma
- Mudah terserang infeksi
- Anemia
- Sering mengalami pendarahan
- Gangguan atau kerusakan pada ginjal
- Tulang jadi mudah patah
- Kaki bengkak

Penyebab dan Faktor Risiko
Kanker hematologi terjadi ketika pertumbuhan sel-sel darah menjadi tidak terkendali. Adapun berbagai faktor risiko secara umum yang dapat membuat seseorang berpotensi lebih tinggi mengalami kondisi ini antara lain adalah sebagai berikut.

- Genetik
- Riwayat gangguan sistem imun
- Sistem imun lemah karena HIV/AIDS atau perawatan seperti kemoterapi
- Kelebihan berat badan
- Terkena paparan benzena yang cukup tinggi
- Penyebab yang lain-lain

Kanker darah dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia maupun jenis kelamin meski pada jenis tertentu dua hal ini menjadi salah satu faktor risiko. Untuk itu, selain menjaga pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan, jangan mengabaikan kode yang sering disampaikan tubuh.


Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler