8 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Orang Tersayang Divonis Kanker

Jember - Kanker bukanlah kondisi yang mudah. Tak hanya bagi penderita, orang-orang di sekitar penderita pun tentu akan turut merasakan perubahan besar yang terjadi.

Bila salah seorang tersayang TemanBaik sedang berjuang melawan kanker, ikutlah berjuang bersamanya. Kamu dapat membantu menciptakan support system yang sangat dia butuhkan dengan cara berikut ini.

Tetap Tenang
Tidak sedikit pada kasus kanker yang terjadi, keluarga penderita justru merasa sedih dan emosi negatif lainnya lebih besar dibandingkan penderita sendiri. Padahal sebagai support system, semestinya kamu justru menjadi pihak yang dapat menguatkannya.

Hal ini tidak mudah memang, tetapi kamu perlu untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan kesedihan berlarut-larut. Terlepas dari berbagai emosi yang akan dialami sepanjang perjalanan ini, tetap tenang akan membuatmu dan dia lebih terkontrol dan dapat mengambil keputusan-keputusan dengan lebih tepat serta meningkatkan optimisme. 

Fokus pada Fakta, Bukan Ketakutan
Sampai hari ini, kanker masih menjadi momok yang sangat menakutkan. Diagnosis dokter, pengalaman penderita lain, informasi di internet, dan lain-lain boleh jadi justru menimbulkan ketakutan dan kecemasan tersendiri.

Perlu diketahui, bagi penderita sendiri pun—meski tak mengatakannya secara terang-terangan—momen ketika mereka terdiagnosis kanker akan menjadi sebuah pukulan telak. Karena itu, dibanding fokus dengan berbagai ketakutan yang justru akan menambah beban pikiran dan berimbas pada semangat hidup, fokuslah pada fakta yang ada serta cara-cara yang perlu dilakukan untuk menghadapinya.

Pastikan Kamu Selalu Ada Bersamanya
Tak hanya fisik, mental penderita kanker pun akan terimbas—sekuat apa pun mereka mencoba untuk menepis atau menyembunyikannya. Karena itu, kehadiran dan perhatianmu akan sangat berarti baginya.

Jangan ragu untuk menyentuh atau berkomunikasi fisik dengannya. Sentuhan memiliki kekuatan yang sangat besar. Bahkan tanpa kata pun, genggaman tangan dapat memberikan arti yang begitu menggugah rasa dan emosional. 

Lakukan Hal-Hal Kecil
Memijatnya selagi percakapan ringan atau ketika dia menonton televisi. Membenarkan letak selimutnya yang sedikit tersibak meski dia bahkan tak menyadari. Sedikit menaikkan sandaran kepala atau menambah tumpukan bantal untuk membuatnya lebih nyaman.

Hal-hal kecil semacam ini akan sangat berarti besar baginya. Kepeduliannya kepadamu pun dapat menjadi injeksi semangat tersendiri baginya.

Beri Perhatian Kepada Penderita, Bukan Penyakitnya
Sudah berapa banyak penderita kanker yang secara ketat melakoni perawatan dan mengabaikan keinginan kecilnya tetap berujung pada kematian? Padahal, dia pun jemu dengan kondisi yang dialami—rasa sakit kemoterapi, konsumsi obat terus menerus, lelah karena harus selalu terbaring, dan lain-lain.

Tanpa bermaksud mengabaikan anjuran medis, cobalah untuk tidak terlalu kaku pada aturan. Komunikasikan dengannya terhadap hal-hal yang ingin dilakukannya untuk membuatnya senang. Bila ragu untuk mengakomodasinya, komunikasikan dengan dokter tanpa harus menolak terlebih dahulu permintaannya di awal.

Mendengarkan Tanpa Menghakimi
Bila kamu merasa cukup stres dan frustasi dengan keadaan ini, bayangkan bagaimana dia yang setiap hari harus berjuang melawan bagian tubuhnya sendiri. Karena itu, bijaklah dalam menjalin komunikasi dengannya sebab penderita kanker memiliki kecenderungan untuk merasa lebih sensitif.

Terkadang, kamu hanya perlu mendengarkan apa yang dia sampaikan. Terkadang, dia hanya butuh untuk melampiaskan apa yang dirasakan tanpa harus mendapat penolakan atau bahkan penerimaan. Terkadang, yang perlu kamu lakukan hanyalah sesederhana mendengarkan.

Mendukung Keputusannya
Kamu mungkin telah menyiapkan berbagai rencana untuk mendukung kesembuhannya. Namun, apa yang baik menurutmu belum tentu baik pula menurutnya.

Ungkapkanlah pertimbangan dan kepedulianmu, tetapi jangan sampai memaksakan. Ingat, bagaimanapun, keputusan sebenarnya ada di tangan dia. Bila dia merasa belum siap untuk melakukannya, tak perlu memaksanya.

Tetap Memperhatikan Diri Sendiri
Sepelik apa pun kondisi yang tengah kamu alami, tetaplah untuk memperhatikan kondisi diri sendiri pula. Kamu juga perlu ruang untuk bernapas agar tetap dapat berpikir dengan jernih.

Tentu, hindari melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri sendiri. Bila kamu butuh untuk mengeluarkan unek-unek, lakukanlah dengan cara yang bijak—membicarakannya dengan Tuhan atau orang-orang yang dapat kamu percaya. 


Sumber gambar: unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler