Ini Alasan Jangan Melarang Anak Menangis dari Psikolog

Bandung - TemanBaik punya anak kecil atau keponakan? Jika iya, ada hal penting nih yang wajib kamu tahu. Jangan melarang anak kecil menangis ya!

Melarang anak menangis justru hal yang enggak baik loh. Sebab, menangis adalah sarana untuk meluapkan energi negatif di dalam tubuh. Menangis akan membuat beban, kekesalan, hingga emosi keluar. Buktinya, setelah menangis, perasaan kamu merasa lebih lega kan biasanya?

Hal itu juga harus dirasakan anak-anak loh. Ketika mereka menangis, itu berarti mereka sedang meluapkan apa yang ada dalam benaknya. Misalnya kesal karena mainannya rusak, ingin membeli sesuatu, atau hal-hal lainnya.

"Kalau saya merekomendasikan tidak dilakukan (melarang anak menangis) baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Karena menangis itu regulasi alamiah tubuh dan psikologis untuk mengeluarkan energi negatif," kata peneliti psikologi gender dari Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia Hani Yuliandrasari.

Yang enggak kalah penting, kamu juga harus menghilangkan anggapan bahwa menangis adalah cengeng bagi anak laki-laki. Nangis itu wajar kok bagi laki-laki maupun perempuan. Nangis juga bukan berarti cengeng.

Jika anak kamu larang untuk menangis saat merasakan sesuatu, hal itu justru akan berdampak buruk. Dari segi kesehatan fisik, sudah banyak deh penelitian yang bisa kamu cari di internet soal bahaya menahan tangis.

Dari sisi psikologis, menahan tangis bagi anak-anak juga berdampak buruk. Mereka justru berpotensi melakukan pelampiasan emosi dengan cara lain, misalnya cemberut seharian, merusak mainan atau barang di rumah, hingga uring-uringan enggak jelas.

Sebaliknya, jika anak dibiarkan menangis, setelahnya dia akan merasa lega. Beban atau kekesalahan dalam benaknya akan keluar. Bahkan, jika anak sudah memperlihatkan gelagat akan menangis karena sesuatu, lebih baik jangan menahan air matanya keluar.

Baca Ini Juga Yuk: 4 Cara Agar Anak Mau Membantu Membereskan Pekerjaan Rumah

Setelah tangisannya reda, tanya apakah perasaannya sudah enakan atau belum. Jika sudah enak, ajaklah anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakan atau yang diinginkannya. Tentunya dengan bahasa yang enak dan mudah dimengerti anak-anak ya.

Dengan cara seperti itu, anak-anak akan bisa lebih mengontrol emosinya. Anak juga tidak akan sungkan mengutarakan apa yang dirasakannya. Tahu kan rasanya memendam kekesalan? Anak kecil juga sama kok, mereka perlu meluapkannya. Kebayang enggak jika mereka terus menumpuk kekesalan dalam hatinya tanpa dikeluarkan?

Jika apa yang diinginkannya tidak baik, beri pemahaman padanya. Atau jika kamu tidak bisa mewujudkan keinginan sang anak karena berbagai pertimbangan, beri juga penjelasan kenapa kamu enggak mengabulkannya. Dengan begitu, anak akan belajar memahami sesuatu dengan baik.

Lalu, bagaimana jika saat anak menangis justru sambil melempar barang, merusak mainan, atau hal negatif lainnya? Sebaiknya kamu beri penjelasan setelah sang anak berhenti menangis.

"Kita tanya, misalnya kamu kenapa marah? Kamu boleh marah tapi enggak boleh lempar-lempar barang ya, enggak boleh teriak-teriak," ungkap Hani.

Beri tahu konsekuensi yang harus diterima sang anak jika marah dengan cara seperti itu. Misalnya, jika mainannya rusak karena dilempar saat menangis, jelaskan jika hal itu dilakukan lagi maka mainannya enggak bisa dipakai lagi.

Cobain deh, si anak kemungkinan akan luluh hatinya jika kamu melakukan hal seperti itu. Di saat yang sama, si anak juga secara perlahan akan memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya.


Foto: Djuli Pamungkas


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler