Begini Panduan Penggunaan Ponsel untuk Anak Berdasarkan Usianya

Menghindarkan si kecil dari jangkauan ponsel di masa sekarang memang jadi tantangan tersendiri ya, TemanBaik. Walau begitu, demi kebaikan bersama, memang perlu diberlakukan beberapa batasan.

Setiap orang tentu memiliki pertimbangan dan preferensi masing-masing perihal kapan waktu yang tepat untuk mengizinkan si kecil memulai kontak dengan ponsel. Namun bila TemanBaik kurang yakin, berikut panduan penggunaan ponsel bagi anak menurut para ahli.

Usia 4 – 6 Tahun
Para ahli sepakat bahwa anak-anak di rentang usia ini tidak semestinya menggunakan ponsel. Hal ini dikarenakan penggunaan ponsel pada kategori umur ini membahayakan perkembangan otak. Anak akan menjadi sangat adiktif terhadap ponsel karena pengaruh dopamin yang berlebihan.

Usia 7 – 9 Tahun
Pada tahap ini pun, anak juga seharusnya tidak diberikan akses sepenuhnya untuk menggunakan ponsel. Bila dalam keadaan tertentu sekalipun, ponsel yang diberikan sebaiknya memiliki koneksi internet. Selain itu, penggunaan ini juga tidak sebaiknya lebih dari dua jam setiap hari.

Usia 10 – 12 Tahun
Anak-anak di rentang usia ini boleh-boleh saja menggunakan ponsel. Namun, pastikan bahwa tidak ada koneksi internet yang diberikan. Menurut penelitian, anak dalam kategori umur ini memiliki kondisi emosi dan sikap yang masih cenderung ‘rapuh’ dan akan semakin berisiko bila sudah terlanjur menggunakan—dan kecanduan—media sosial.

Setidak-tidaknya, usia 13 tahun adalah batas paling rendah seorang individu memiliki akses untuk mengoperasikan ponsel. Walau begitu, tetap saja, orang tua juga mempunyai peran yang sangat penting untuk mengawasi penggunaan tersebut—baik dari segi waktu maupun konten yang diakses.

Untuk itu, jangan sampai kebablasan dalam 'memanjakan' si kecil dengan teknologi, ya. Bila Bill Gates yang sangat memahami teknologi dan paham terhadap risikonya saja baru memberikan akses bagi anak-anaknya di usia 14 tahun, mengapa kita tidak mencontohnya?


Sumber gambar: unsplash


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler