Novel Legendaris "Arjuna Mencari Cinta" Kembali Terbit

Jakarta - Novel karya Yudhistira ANM Massardi, yakni "Arjuna Mencari Cinta", kembali dirilis oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Penerbitan ulang ini dilakukan, karena cerita dari "Arjuna Mencari Cinta", masih dianggap relevan dengan permasalahan para remaja saat ini.

Perilisan tersebut berlangsung pada Rabu (10/07), di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat. Dalam acara peluncuran ini ada juga pentas baca, musik, dan visualisasi "Arjuna Mencari Cinta". Dimeriahkan oleh Sujiwo Tejo, Iga Massardi, Endah dari 'Endah N' Rhesa', Sal Priadi, Vira Talisa, Sir Dandy, Soleh Solihun, Arie Dagienkz, dan Sabariman Rubianto.

Novel "Arjuna Mencari Cinta" pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Novel ini menceritakan kisah percintaan Arjuna dengan banyak perempuan, serta penggambaran kehidupan sekelompok remaja pada era 70-an. Sebuah penuturan tentang tingkah laku, pikiran-pikiran, keterasingan, kesenjangan komunikasi di antara anak dan orang tua, serta perubahan-perubahan sosial yang terjadi di seputar remaja kala itu. Melalui karyanya, Yudhistira menceritakan bagaimana remaja-remaja ini beradaptasi dengan modernisasi ataupun menghadapi kegelisahan dalam pencarian identitas diri.

Pada tahun 1978, Yayasan Buku Utama yang berada di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menyatakan "Arjuna Mencari Cinta" sebagai karya fiksi dan bacaan remaja terbaik. Berkat novel ini, pria kelahiran 65 tahun yang lalu itu berhasil memperoleh beasiswa profesional untuk tinggal di Kyoto-Tokyo selama tujuh bulan dari Pusat Kebudayaan Jepang dan terpilih untuk mengikuti lowa International Creative Writing.

Setelah menjadi novel best seller, "Arjuna Mencari Cinta" diangkat menjadi sebuah film, dengan judul "Mencari Cinta" pada tahun 1980. Kemudian novel ini menjadi trilogi dengan terbitnya "Arjuna Mencari Cinta (Part II)" tahun 1981 dan "Arjuna Wiwahahaha....!" pada tahun 1983.

Dalam acara peluncuran, para pengisi acara membacakan cerita atau story telling kisah yang ada di novel "Arjuna Mencari Cinta" secara bergantian. Mulai dari BAB 1 yang diceritakan oleh Sujiwo Tejo, BAB 3 oleh Arie Dagienkz, BAB 4 oleh Sal Priadi dan Vira Talisa, hingga BAB 5 yang diceritakan bersama oleh Iga Massardi, Sir Dandy, Soleh Solihun, dan Endah.

Pada sela-sela acara, Sabariman Rubianto menceritakan keikutsertaannya dalam membuat ilustarsi pada tampilan baru dari novel ini. Ia sempat ragu awalnya untuk membuat ilustrasi novel ini, karena takut tidak sesuai pakem pewayangan. "Ternyata wayang yang ada pada novel ini adalah wayang beling. Nama-nama penokohan wayang, tapi ceritanya seperti zaman sekarang. Saya kemudian baca ceritanya beberapa bab, berulang kali, untuk mendapatkan gambaran," ujar Sabariman.

Dari 12 halaman cerita, Sabariman membuat 10 panel cerita dan menghasilkan satu lembar komik. "Ini menjadi tantangan bagi saya untuk bisa menerjemahkan dari bahasa tulisan ke gambar. Awalnya takut bisa mencemarkan nama baik mas Yudhis yang sudah melegenda. Tapi Alhamdulillah, Mas Yudhis berkenan dan jadi kebanggaan sendiri bagi saya untuk bisa tampil bersama beliau," tambah ilustator 'Paman Kikuk' di majalah anak-anak itu.

Meskipun mengedepankan permasalahan sosial yang cukup serius, "Arjuna Mencari Cinta" dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti, bergaya humoris, dan karikatural. Sejak awal, novel ini telah menarik perhatian banyak pihak. Pada akhir tahun 1992, novel imi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Oshikawa dan diterbitkan oleh Mekong Publishing Company.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler