Belajar Pahami Diri dan Hadirkan Good Vibes Lewat Workshop Ini

Bandung - Good vibes, bisa dibilang kita semua enggak asing dengan istilah itu. Tapi apa sih sebenarnya good vibes? Bagaimana diri kita bisa membawa good vibes bagi lingkungan sekitar? Semua itu dibahas secara mendalam di workshop bertajuk 'Good Vibes' yang digelar oleh Maja Group bersama Lepas Wear dan BeritaBaik.id di Maja House pada Sabtu (21/09/2019).

Dengan menggaet HanaRa Well-Being Center, lewat workshop ini para peserta diajak untuk memahami bahwa diri kita setiap harinya hadir untuk membawa good vibes bagi orang di sekitar kita.

Peserta yang berjumlah 30 orang tersebut kemudian diajak untuk 'menghadirkan' good vibes dengan cara mengatur napas. Mereka melakukannya dengan cara duduk tegak sembari fokus mengikuti hembusan napas. Cara bernapasnya adalah seperti yang dilakukan oleh bayi.

Hanson Barki, pendiri HanaRa Well-Being Center mengatakan untuk menghasilkan good vibes, kita diharuskan untuk menerima diri sendiri.

"Yang dilakukan di workshop ini sedikit berbeda. Nantinya akan memengaruhi masalah pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Berhasil tidaknya sih tergantung diri kamu sendiri dan lingkungan sekitar. Kalau di sekitar kamu terdapat banyak good vibes bisa berhasil lebih cepat," kata Hanson.

Selama tiga jam, para peserta diajak menyelam lebih dalam mengenai konsep dasar good vibes. Sebelum acara dimulai, satu per satu dari mereka dipotret terlebih dahulu sembari tersenyum. Kenapa begitu ya? Tentu saja ada alasannya loh, TemanBaik.

"Nanti setelah pulang dari sini teman-teman bakal dapat foto before-after sebagai kenang-kenangan. Kalau potensinya benar-benar muncul, fotonya tentu akan berubah," ungkap Hanson.

Hanson menjelaskan jika lingkungan sekitar memiliki peranan penting bagi diri kita untuk menghasilkan dan membawa good vibes. Ia mengibaratkannya seperti saat kita sedang bermain dengan anak kecil.

"Kenapa kalau main sama anak kecil selama berjam-jam enggak ada masalah dan enggak merasa capek? Karena anak kecil itu membawa good vibes bagi kita. Apa yang ada di sekitar kita itu membawa energi tersendiri bagi kita. Saat kita merasa memiliki good vibes, tapi orang di sekitar kita tidak, semuanya kita tidak akan mendapatkan good vibes tersebut," tegasnya.

Baca Ini Juga Yuk: Tanda-tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan yang Tidak Sehat

Teknik Cepat Menghasilkan Good Vibes
Banyak orang berpikir bahwa pikiran adalah solusi. Karena itu, tidak sedikit yang mengikut seminar dan workshop untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Banyak yang ikut workshop dan seminar karena tujuan tersebut. Tapi kenapa setelah mengikutinya malah tidak mendapatkan apa-apa? Banyak yang dapat inspirasi hanya dalam waktu yang sebentar saja, setelahnya tidak mendapatkan apa-apa," bebernya.

Hanson mengungkapkan jika 5 persen pikiran itu memengaruhi good vibes. Sedangkan 95 persennya dipengaruhi oleh sel dari dalam tubuh.

Berbicara soal good vibes, lalu bagaimana dengan bad vibes? Percaya atau tidak, asap rokok rupanya menjadi salah satu yang membawa bad vibes bagi diri kita loh. Asap rokok yang menempel akan membuat kulit menjadi tidak nyaman.

Hanson pun memberikan buktinya menggunakan metode body intellegent. Peserta dipanggil ke hadapannya untuk disemburkan asap rokok persis di depan wajahnya. Hasilnya peserta itu merasa lemah, tidak memiliki stamina yang kuat saat berhadapan dengan asap rokok.

Salah satu peserta workshop yakni Siti Aqia Nurfadla membenarkannya. Kepada BeritaBaik.id ia bercerita ketika sedang berkumpul bersama teman-temannya yang perokok ia kerap merasa bad mood, pusing, dan tidak nyaman. Kini ia pun tahu alasannya.

"Aku merasa ditampar banget sih ketika Dokter Hanson menjelaskan kalau asap rokok itu pembawa bad vibes. Selama ini aku enggak menyadarinya. Belum lama ini aku menonton pertunjukkan musik yang banyak dipenuhi oleh perokok. Aku yang tadinya enjoy saja menonton penyanyi idolaku langsung dibuat tidak nyaman ketika harus menghirup asap rokok dari penonton lain," akunya.

Metode dengan menyemburkan asap rokok ke wajah terbukti mampu menunjukkan bad vibes. Namun, ketika ada good vibes yang bisa menangkalnya, tubuh kita akan mampu menerima good vibes lain, sehingga membuat badan menjadi nyaman dan mau menerima energi positif yang datang.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler