Kurangi Sampah Saat Traveling dengan Bawa Alat Makan dari Bambu

Bandung - Tren melancong memang lagi hit di seluruh jagad. Sayangnya, kesadaran untuk menjaga lingkungan di tempat wisata ternyata masih minim. Nah, untuk semakin menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam, Wanderlust Indonesia bikin lini kampanye baru lewat traveling kit berbasis ramah lingkungan.

Sebagai travel biro yang mengusung konsep voluntourism, Wanderlust melakukan pemberdayaan desa wisata dengan mengangkat berbagai produk lokal yang konsepnya lebih sustainable. Salah satunya dengan menciptakan alat makan yang terbuat dari material bambu.

"Kita berkolaborasi dengan masyarakat Cibuluh, Kabupaten Subang untuk membuat alat makan ramah lingkungan yang terbuat dari bambu. Bahan ini dinilai paling tepat untuk mengganti penggunaan alat makan plastik yang sukit diurai," ujar Head of Product Wander Shop, M Fadhil kepada BeritaBaik.

Ia menceritakan, Wander Shop baru lahir pada September lalu loh. Bamboo series ini terdiri dari sendok, garpu, sedotan dan pisau yang semua terbuat dari bambu dan dikemas sangat praktis. Jadi kemana saja kamu pelesir, alat ini bisa dibawa sebagai pengganti alat makan plastik.

Fadhil juga mengungkapkan nih TemanBaik, produk less waste dari bambu juga dinilai efektif karena ketersediaan bambu di Indonesia sangat berlimpah. Selain itu, pohon bambu juga termasuk mudah ditanam dan tak memerlukan waktu lama loh untuk dipanen.

"Kenapa bambu ya karena tanaman ini sangat mudah dijumpai di Indonesia. Umur panen bambu juga pendek sehingga sisi ini dianggap menundukung keberlanjutan lingkungan," tambahnya.

Sebagai alat makan pengganti plastik, bambu memang sangat ramah lingkungan. Tapi ingat ya TemanBaik, alat ini hanya boleh digunakan maksimal 50 kali dan setelah itu kamu wajib beli yang baru. 

Meski tak seawet alat makan berbahan plastik, traveling berbahan bambu juga mudah dibersihkan loh. Setelah digunakan, kamu cukup mencucinya dengan sabun cuci piring biasa untuk menghilangkan lemak dan baunya. 

"Agar tidak cepat jamuran, alat makan berbahan bambu juga kondisinya harus selalu kering. Jadi setelah dicuci, usahakan untuk selalu dikeringkan," terangnya.

Berapa sih harganya? Menurut Fadhil banderolnya sih terjangkau cuma Rp 70 ribu satu set. Selain alat makan bambu, Wander Shop juga menyediakan carumeng atau kacamata renang asli suku Bajo dan berbagai merchandise yang berbasis ramah lingkungan.

"Untuk mendukung gaya hidup less waste kita juga menyediakan berbagai merchandise khusus seperti tumbler premium untuk menghindari penggunaan air minum kemasan plastik, kaus, topi dan tote bag yang berbahan serat bambu," imbuhnya.

Nah kalau TemanBaik tertarik, yuk intip di @wandershop.id ya. 
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler