Anton Pradipta, Chef Asal Kerajaan Arab yang Supel & Ramah

Bandung - Di dunia perhotelan, nama Chef Anton Pradipta sudah tersohor banget loh TemanBaik. Selain lihai meracik semua genre masakan, juru masak yang satu ini juga dikenal supel dan mudah berbaur dengan para tamu.

Ia menceritakan, jadi chef di era modern enggak cukup loh hanya pintar masak. Di sisi lain, seorang chef juga harus punya personal branding yang kuat dan percaya diri untuk tampil di luar dapur.

"Zaman dulu kan chef kerjaannya identik hanya di dapur saja. Tapi di mata saya justru kita harus go public, mingle dan menyapa tamu dan menanyakan kesan dan testimoni mereka saat menyantap masakan kita. Ini juga jadi cara loh untuk terus memperluas relasi," ujar Anton kepada BeritaBaik.

Juru masak berusia 50 tahun ini mengisahkan, selepas lulus dari NHI (sekarang Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung tahun 1993, ia sempat bekerja di beberapa hotel seperti Grand Hyatt Jakarta dan Sheraton Bandung.

Masih dengan kebiasaannya, dosen STP ini juga dikenal selalu menjamu para tamunya secara spesial. Tanpa canggung, Chef Anton akan menerima pesanan, memasak lalu mengantarkannya sendiri di meja tamu. Cara unik inilah yang membuatnya lebih bermanfaat dan juga kerap mendapatkan penghargaan dari para tamu.

Sampai suatu hari, takdir mempertemukannya dengan salah satu bos katering terbesar di Arab Saudi. Kala itu, ia mendapat pujian dari salah satu tamu yang konon terkesan dengan olahan pizza buatannya. Tak butuh waktu lama, sang tamu pun langsung memboyong Chef Anton untuk bekerja di perusahaannya di Riyadh.

"Lewat pertemuan di Sheraton Bandung itulah saya bisa berkesempatan untuk kerja di Arab dan ditugaskan memasak untuk hidangan para putri dan pangeran di Kerajaan Arab Saudi. Selama 4 tahun saya setiap hari membuat 400 porsi jamuan ekslusif khusus keluarga kerajaan," tambahnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kenalan dengan Bachtiar Sigar, Chef di Balik Masak Darurat

Perjalanan kariernya selama di kerajaan Arab, jadi pengalaman berharga bagi Chef Anton. Tak heran setelah kembali ke tanah air, ia pun banyak dibidik hotel berbintang karena kemampuan masaknya yang komplet. Selain Asia dan Timur Tengah, ia juga piawai memasak khas Eropa hingga Amerika.

Karena tak mau berlama-lama terpisah dari keluarga, setelah 4 tahun menjajal Timur Tengah akhirnya ia kembali ke Bandung dan kembali dipercaya menjadi Executive Chef di beberapa hotel ternama.

Menurutnya, pilihan menjadi career chef jauh lebih berkesan dibandingkan dengan celeb chef. Alasan ini ia pilih karena ia merasa matang karena tempaan pengalaman dan perjalanan waktu.

"Kalau sekarang kan yang paling cepat mendapatkan materi itu chef selebriti. Mereka bisa lengkapi skill memasak dengan public speaking, habis itu bisa langsung terkenal. Kalau dulu sih banyak chef ternama yang menjalaninya dari nol. Istilahnya dari cuci piring, bantu iris-iris sampai dapat posisi tertinggi," ungkapnya.

Di luar kariernya sebagai Executive Chef di Hotel Aryaduta, Bandung, chef mumpuni ini mengisi waktunya dengan berbagi ilmu sebagai dosen di STP dan Panghegar Bandung. Bahkan, ia juga ditunjuk sebagai konsultan di beberapa kafe dan bakery ternama di Bandung.

Ia pun merasa bahagia loh TemanBaik. saat kafe dan restoran yang dikawal olehnya, kini sudah dikenal luas dan memiliki beberapa menu hit hasil kreasinya.

"Kalau sekarang sih saya lebih banyak pengabdian dan berbagi ilmu. Karena selama 26 tahun ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk ursan karir. Sekarang sih lebih ingin santai. Pulang kerja bisa main, mengajar dan mulai nabung untuk mempersiapkan bisnis kuliah untuk persiapan pensiun nanti," katanya.


Foto: dok. Chef Anton Pradipta


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler