Cara Mudah Olah Sampah Organik Jadi Kompos dengan Takakura

Bandung - Saat ini gaya hidup less waste makin banyak diminati. Caranya pun beragam, mulai dari membawa kantong dan wadah saat berbelanja, menolak sedotan, memanfaatkan sampah plastik untuk membuat eco brick hingga mengompos sampah organik.

Metode untuk membuat kompos dari sampah organik pun macam-macam. Ada yang menggunakan media gentong atau drum, gerabah, bata terawang, karung dan lubang biopori. Diantara metode-metode itu, yang terbilang sederhana dan bisa TemanBaik coba adalah keranjang Takakura. Seperti apa?

Pelaku gaya hidup minim sampah sekaligus penulis buku 'Zero Waste Adventure' Siska Nirmala membagi pengalamannya mengolah sampah organik dengan keranjang Takakura ini. Siska atau yang akrab disapa Pieta telah mengompos sampah organiknya sejak 2012 dengan metode ini.

"Saya tidak lagi membuang sampah organik di rumah sejak 2012. Metode Tatakura ini paling pas buat saya karena sederhana dan mudah meski memang ada triknya juga," ujar Pieta beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, dalam sebulan ada sekitar 15 kilogram sampah organik yang ia olah dengan cara memasukkan ke keranjang Tatakura. Cara membuat keranjang Takakura sebagai media komposter pun terbilang mudah dengan harga yang terjangkau.

Perlengkapan yang dibutuhkan yakni keranjang berongga, kardus, bantalan sekam, dan tanah. "Yang perlu diingat, Takakura ini sistemnya aero karena itu harus pakai bahan yang memungkinkan udara tetap masuk," terangnya.

Keranjang yang telah disiapkan lalu dilapisi dengan kardus di bagian pinggirannya, setelah itu letakkan bantalan sekam di bagian bawah lalu lapisi lagi dengan sekam dan tanah subur di bagian atasnya. Siapkan satu buah bantalan sekam lagi untuk penutup di bagian atas.

Setelah itu, Takakura siap digunakan. Sehari-hari, saat menyiapkan bahan untuk memasak, pisahkan sampah-sampah organik sisa sayur atau buah. Buka keranjang, gali bagian tanah dan sekam lalu kubur sampah organik tersebut. Ulangi kegiatan ini setiap ada sampah organik baru.

"Ciri-ciri komposting berhasil yaitu adanya rasa hangat, itu berarti proses pengomposan sedang berjalan," tutur Pieta.

Untuk mempercepat proses pengomposan ini, TemanBaik bisa menambahkan aktivator alami dari air cucian beras atau rendaman nasi basi. Namun yang perlu diingat, tekstur di dalam keranjang tidak boleh terlalu basah.

Nantinya, sampah-sampah organik ini akan menghitam, terurai dan menyatu dengan tanah dan menjadi kompos alami. Jika Tatakura mulai penuh, pindahkan ke pot-pot tanaman untuk penyubur, atau disimpan untuk persediaan kompos.

Bagaimana TemanBaik, cukup mudah kan? Tertarik mencobanya?

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler