Alasan Anak-anak Harus Kurangi Konsumsi Minuman Kemasan

Bandung - TemanBaik, apa si kecil gemar minum minuman dalam kemasan, baik itu teh manis, minuman bersoda, atau minuman manis lainnya? Jika gemar, sebaiknya mulai menguranginya dari sekarang. Kenapa? Sebab, minuman dalam kemasan berisiko membuat si kecil terjangkit penyakit diabetes melitus jika terlalu banyak dikonsumsi.

Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Kota Bandung dr. Yorisa Sativa, M.Kes., mengatakan dalam sehari konsumsi gula maksimalnya adalah empat sendok teh. Selain dari gula secara langsung, kandungan gula ini bisa didapatkan melalui beragam makanan, misalnya nasi, kue, dan lain-lain.

Salah satu yang jarang disadari orang adalah konsumsi minuman dalam kemasan. Sebab, mayoritas minuman kemasan memiliki kadar gula yang tinggi. Dalam satu botol, kandungan gulanya antara tiga hingga empat sendok teh, bahkan ada yang lebih dari itu loh.

"Jadi, kalau minum satu minuman kemasan, itu sudah menghabiskan jatah konsumsi gula dalam sehari," kata Yorisa kepada BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Hati-hati Ya! Ini Risiko Anak Tersedak Makanan hingga Mainan

Mungkin TemanBaik berpikir 'ah kan cuma satu botol'. Jangan salah, konsumsi kandungan gula yang kamu habiskan dalam sehari justru bisa lebih dari empat sendok teh. Sebab, kamu pasti mengonsumsi makanan lain yang juga mengandung gula.

Bayangkan jika dalam sehari si kecil minum beberapa botol atau gelas minuman kemasan? Kandungan gula dalam tubuh si kecil pasti menumpuk. Hal inilah yang di kemudian hari akan mengakibatkan si kecil mengidap diabetes.

"Sakitnya mungkin enggak akan sekarang, tapi beberapa waktu kemudian," jelas Yorisa.

Karena itu, selain mengurangi konsumsi minuman kemasan, ia menyarankan orang tua bisa mengatur asupan makanan dan minuman untuk si kecil. Usahakan bikin si kecil juga mengurangi jajan sembarangan. Untuk menyiasatinya, orang tua bisa menyediakan makanan bergizi seimbang dengan tampilan menarik.

Sebagai contoh, untuk bekal sekolah, berikan bekal berisi 1/3 nasi atau kentang, 1/3 sayur, serta 1/3 lagi dibagi dua, masing-masing 1/2-nya lauk-pauk dan 1/2-nya lagi buah-buahan.

Foto: Pixabay

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler