Coba Beralih ke Gula Semut Yuk, Manisnya Tak Bikin Diabetes!

Bandung - Meski produk kuliner makin beragam, masyarakat modern ternyata makin sadar loh akan pentingnya kesehatan. Salah satunya dengan mengganti gula putih dengan gula kristal alias gula semut yang kalorinya lebih rendah.

TemanBaik juga pasti paham kan, kalau mengkonsumsi gula secara berlebihan memang meningkatkan risiko terkena diabetes. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, masyarakat yang mengalami diabetes mellitus diperkirakan sebesar 10,9 persen. Bahkan pada tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat keenam dengan jumlah pasien diabetes terbanyak sebesar 10,3 juta.

Tapi abaikan fakta ini ya TemanBaik, karena saat ini kita sudah punya opsi manis baru yang lebih sehat. Nama kerennya palm sugar, atau gula merah aren yang kini diolah secara modern.

Founder gula semut berlabel Palm Sweet, Rio Gemini Carlo mengatakan, tren penggunaan gula rendah kalori ini baru sekitar lima tahun Indonesia. Padahal, pengolahan gula ini sudah hadir sejak lama di tradisi Suku Sunda dan pedalaman.

"Gula semut sepenuhnya berasal dari gula kelapa kristal organik, yang diambil dari nira pohon kelapa lalu diolah menjadi kristal. Kenapa dipilih sebagai opsi sehat ya karena sifatnya yang organik dan dibuat secara tradisional tanpa campuran dan tambahan bahan kimia serta pengawet," ujar Rio kepada BeritaBaik.

Ia bercerita, bikin gula semut juga terhitung rumit loh. Tak salah kalau harga di pasaran juga cukup kompetitif dibanding gula biasa. Untuk menghasilkan produk terbaik, gula semut harus dipetik dari bahan yang tumbuhnya tak terpapar pupuk kimia, pestisida dan insektisida. Bahkan pohonnya juga harus jauh dari sungai tercemar.

Baca Ini Juga Yuk: Alasan Anak-anak Harus Kurangi Konsumsi Minuman Kemasan

"Selain proses produksi yang higienis, gula ini aman dan baik bagi kesehatan karena indeks glikemiknya rendah sehingga tidak menaikkan kadar gula darah. Jadi aman bagi penderita diabetes dan obesitas," ungkapnya.

Banyak juga yang bilang, kalau sesuatu yang sehat pasti kurang enak di lidah. Tapi hal ini enggak berlaku buat gula semut loh. Icip deh, saat diseduh dengan teh panas, rasa dan aromanya terasa khas dan aromanya sangat ciamik.

Selain teh, gula semut juga cocok sebagai pengganti gula saat menikmati kopi, es boba, coklat, juga pembuatan roti, kue dan pemanis aneka kuliner.

"Kalau Palm Sweet sendiri sih mengambil gula organik ini langsung dari kelompok tani produsen. Jadi harganya relatif lebih terjangkau. Tapi mereka tetap menerapkan kendali mutu internal agar produknya benar organik, bersih, kualitas terjaga dan sesuai standar," beber Rio.

Ia menyebutkan, saat ini Palm Sweet memproduksi dua jenis gula semut, di antaranya gula varian murni dan campuran. Untuk yang murni biasanya dipilih bagi mereka yang pengin solusi gaya hidup sehat. Sementara yang campuran gula putih biasanya dipakai industri untuk premix minuman bubuk atau bahan kue serta topping.

"Kalau buat penderita diabetes atau hidup sehat, bisa memilih yang natural atau murni. Kalau yang campuran sih saya biasanya kirim ke industri secara B to B," katanya.

Kalau kamu berniat mengubah gaya hidup lebih sehat, yuk coba beralih ke gula semut. Palm Sweet sendiri dipasarkan dengan harga Rp 25 ribu sampai 28 ribu per kilogram. Untuk info lebih lanjutnya, TemanBaik bisa mampir ke media sosial Instagram @palmsugar_bdg.


Foto: dok. Palm Sweet

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler