Tips Tentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Bandung - TemanBaik, jika kamu punya kemampuan untuk membuat produk kerajinan, ada baiknya kamu menjualnya. Lumayan kan bisa buat tambahan penghasilan? Bahkan, banyak loh contoh para pengusaha sukses di bidang kerajinan tangan dan berpenghasilan menggiurkan.

Tapi, sebelum terjun ke bisnis produk kerajinan, salah satu yang biasanya terlintas dalam pikiran adalah menentukan harga jual. Ada tipsnya nih dari Hadiasti Nikasiwi Karnaen. Ia adalah anggota dari Komunitas Ramu Ramo Rame, yaitu komunitas kerajinan tangan di Bandung yang terbentuk sejak 2012.

Menurutnya, secara bahan baku, produk kerajinan tangan memang bisa terukur. Tapi, proses kreatif dan usaha dalam membuat produk sulit diukur, terutama oleh orang lain.

"Di craft itu susah untuk kasih harga. Artinya terlepas dari bahan-bahannya (yang digunakan untuk membuat produk), ada hal yang enggak bisa dihitung dengan rupiah, yaitu effort kita buat bikinnya," ujar Asti, sapaan akrabnya kepada BeritaBaik.id.

Biasanya, penentuan harga jadi persoalan sendiri bagi pegiat kerajinan tangan. Sebab, saat harga terlalu mahal, calon konsumen akan mengernyitkan dahi dan ujungnya enggan membeli produk. Sebaliknya, jika terlalu murah, sisi keuntungan yang diraih kecil dan jerih-payah pembuatnya seolah minim dihargai.

Kuncinya adalah harus melakukan riset. Enggak ribet kok TemanBaik melakukan risetnya. Kamu tinggal cari tahu beberapa produk yang sejenis dengan buatanmu. Kalau bisa, kamu beli deh produk karya orang lain. Coba deh ulik produknya, mulai dari bahan, desain, hingga harganya.

Dari situ, kamu bisa mendapat gambaran berapa sih harga yang kira-kira pas buat produkmu. Terserah kamu deh harganya mau lebih murah atau lebih mahal. Tapi, minimal kamu tahu harga standar untuk produk yang akan dijual.

Meski begitu, kamu boleh kok mematok harga setinggi-tingginya sesuai kemauanmu. Apalagi jika produkmu benar-benar unik dan hanya kamu yang bisa membuatnya.

"Crafting itu jarang one and only di pasaran cuma kita yang punya. Kalau cuma one and only dijual mahal banget enggak masalah. Tapi, kalau banyak yang jual, kita harus riset (untuk menentukan harga jual)," jelas Asti.

Foto: Oris Riswan/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler