Ini Bahaya dan Sanksi Jika Kamu Pelihara Ikan Buas

Bandung - TemanBaik tahu enggak bahwa ada larangan memelihara, merawat dan memasarkan ikan jenis tertentu? Hal ini sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dan Invasif di Perairan Indonesia.

Dalam aturan itu, disebutkan ada 153 spesies ikan berbahaya dan invasif yang dilarang dipelihara hingga diperdagangkan. Dari 153 ikan, di antaranya adalah ikan aligator, piranha, sapu-sapu, hingga arapaima.

Jelas ada alasan kenapa spesies ikan berbahaya dan invasif itu dilarang. Tentu agar tidak mengganggu ekosistem. Selain itu, yang tak kalah penting adalah agar tidak berdampak buruk bagi manusia.

Mungkin ada berpikir 'ah enggak apa-apa dipelihara di akuarium atau kolam di rumah saja'. Pikiran seperti ini yang harusnya disingkirkan. Sebab, tak ada yang tahu kapan si ikan yang kamu pelihara akan berdampak buruk, terutama pada manusia.

Menggigit Tangan Bocah di Bandung
Di Bandung, pada Kamis (3/1/2020), ada kasus anak berusia 1,5 tahun yang tangannya digigit ikan aligator yang dipelihara di kolam Lapas Perempuan Kelas IA Sukamiskin Bandung. Peristiwa ini terjadi saat si anak datang ke sana untuk menjenguk sanak keluarga.

Ya, namanya juga anak kecil, ia penasaran saat melihat kolam. Ia pun berlari ke sana dan langsung memasukkan jarinya ke dalam kolam. Hap! Ikan dengan bagian kepala mirip buaya itu menggigit area jari tangannya dan langsung berdarah.

Baca Ini Juga Yuk: Punya Peliharaan Kukang? Serahkan ke BKSDA Ya!

Karena kesakitan, anak itu langsung menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Hal itu sempat membuat orang-orang yang di lokasi kaget. Si anak pun langsung dibawa dan ditangani di klinik setempat. Tapi, bocah itu kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat karena terbatasnya peralatan di klinik.

KepalaLapas Perempuan Kelas IA Sukamiskin Bandung Rafni Trikoriati Irianta mengaku tak tahu bagaimana ikan aligator itu bisa ada di lokasi. Sebab, tak pernah ada laporan dari anak buahnya bahwa ternyata ada ikan aligator di lokasi yang merupakan pemberian dari pihak luar.

Dari penelusurannya, ternyata ikan itu sudah lebih dari enam bulan dipelihara di sana. Tapi, selama ini tak pernah ada kejadian seperti yang menimpa anak kecil tersebut. Setelah tahu ternyata ada ikan itu dan membahayakan, ia langsung meminta stafnya memindahkan ikan itu.

"Saya sendiri minta maaf atas kejadian ini kepada pihak keluarga. Saya enggak pernah menginginkan kejadian ini terjadi," ucap Rafni.

Ikan aligator itu sendiri kini berada di kolam khusus dipisahkan dari ikan lainnya dan tak membahayakan manusia. Rencananya, ikan itu akan diserahkan ke Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Selanjutnya, pemusnahan ikan akan dilakukan balai tersebut.

TemanBaik, berkaca dari kejadian ini, kamu masih mau memelihara ikan buas? Iya, kamu mungkin tahu bahwa ikan itu bahaya dan bisa mengantisipasinya agar tak jadi korban. Tapi, suatu saat mungkin akan ada orang yang enggak tahu dan memasukkan tangan ke kolam atau akuarium, terutama anak kecil. Jika sudah seperti ini, pasti akan ada korban dari keganasan si ikan.

Sementara selain membahayakan, pemelihara atau pedagang ikan ini juga terancam sanksi berat. Mau tahu hukumannya? Sesuai Undang-undang Perikanan Nomor 45 Tahun 200? Pasal 88, hukumannya adalah pidana paling lama 6 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. Bagaimana, masih yakin mau memeliharanya?


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler