Begini Cara Pakai Masker yang Efektif Cegah Penyakit

Bandung - TemanBaik, tahu kan jika masker berfungsi efektif mencegah penularan penyakit, terutama yang tersebar melalui udara. Selain mencegah terjangkit penyakit, masker juga bisa mencegah penularan penyakit kepada orang lain. Tapi, tahu enggak jika memakai masker ada caranya alias enggak asal terpasang di area sekitar mulut dan hidung.

Kepala Pengendalian dan Penanggulangan Infeksi (PPI) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Riyadi memberi tipsnya nih. Masker yang disarankan untuk dipakai adalah masker bedah.

Masker ini biasanya berwarna hijau bagian luarnya dan putih bagian dalamnya. Tapi, ada juga beberapa warna lain untuk bagian luar, mulai dari merah muda, ungu, serta berbagai warna lainnya. Intinya, apapun warnanya tak masalah, yang penting adalah fungsinya.

Harga masker bedah ini juga terjangkau. Bahkan, kamu bisa membelinya dengan mudah di berbagai tempat, mulai dari tempat penjualan alat kesehatan, apotik, minimarket, bahkan kadang ada di warung.

Lalu bagaimana cara menggunakannya?

1. Pastikan Posisinya
Langkah pertama kamu harus memastikan bahwa bagian belakang dan depan tidak tertukar. Yang paling mudah, pastikan bagian dalam masker yang dipasang berwarna putih. Sedangkan bagian berwarna lainnya di depan.

2. Pasang Tali Pengikat
Tali pengikat pada masker bedah ini ada dua jenis, ada yang menggunakan karet dan semacam tali dari kain. Fungsinya sama saja, yaitu untuk dikaitkan ke telinga bagian belakang.

3. Tekuk Bagian Hidung
Pada masker bedah, biasanya terdapat bagian agak keras di bagian tengah atas. Bagian ini bisa ditekuk. Pastikan posisi bagian ini ada tepat di area hidung, tekuk menggunakan dua jari agar membentuk lekukan yang nyaman di hidung. Dengan begini, posisi masker akan 'terkunci'.

4. Tarik Masker hingga Bawah Dagu
Terakhir, setelah bagian hidung ditekuk, tarik bagian bawah masker hingga ke area di bawah dagu. Pastikan juga bagian masker di area pipi terpasang dengan baik. 

Jangan Lakukan Ini
Riyadi mengingatkan agar masker tetap dipasang. Maksimal, masker ini digunakan tiga hingga empat jam saja.

"Setelah itu, masker harus dibuang. Kalau bisa, buang ke tempat sampah yang ada tutupnya, yang dibukanya dengan cara diinjak," kata Riyadi.

Usahakan masker yang dipakai juga jangan disentuh bagian depannya, apalagi belakangnya. Sebab, virus, bakteri, atau kuman bisa saja menembus hingga bagian depan masker.

"Masker juga jangan dikantongi, dilepas ke dekat leher, atau dipasang di kening," ucap Riyadi.

Kenapa sih enggak boleh? Itu karena pada masker kemungkinan akan virus, bakteri, atau kuman. Jika didekatkan atau menempel ke leher, kening, saku, atau aera lainnya, 'bibit penyakit' itu akan menempel.

Bibit penyakit itu bisa saja akhirnya masuk ke tubuh kamu tanpa disadari. Atau bahkan kamu membuat penularan penyakit kepada orang lain semakin terbuka.

Masker yang Disarankan
Masker sendiri ada berbagai macam loh TemanBaik. Yang paling umum tentu adalah masker bedah. Masker ini sudah cukup kok untuk mencegah kamu terjangkit penyakit yang menular melalui udara. Masker ini juga cukup untuk membuat penyakit menular yang kamu alami tak menular pada orang lain.

Tapi, ada masker lain yang lebih baik, yaitu jenis N95. Masker ini memiliki daya kerapatan yang jauh lebih baik. Singkatnya, pencegahan terjangkit atau menularkan penyakit relatif lebih kuat.

Dari sisi penggunaan, masker ini jauh lebih awet. Pemakaiannya bisa dilakukan empat hingga tujuh hari. Sedangkan masker bedah hanya bisa digunakan sekali pakai, itu pun maksimal tiga hingga empat jam.

Hanya saja, harganya relatif lebih mahal. Untuk satu masker, harganya bisa mencapai puluhan ribu. Sedangkan masker bedah jauh lebih terjangkau. Selain N95, ada beberapa jenis masker lain yang bisa kamu pakai dengan kualitas lebih tinggi dan harga lebih mahal tentunya.

Pilihannya tergantung kamu. Tapi, masker bedah biasa juga cukup kok. Yang penting, kamu menggunakannya dengan baik dan tahu apa saja yang tak boleh dilakukan saat menggunakan masker.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler